Hari Ini Dalam Sejarah, 21 Februari Tepat 176 Tahun Manifesto Komunis Pertama Kali Diterbitkan

AKURAT.CO - Manifesto Komunis merupakan salah satu tulisan politik yang sangat berpengaruh di dunia.
Ide yang terkandung dalam Manifesto Komunis tersebut dianut dan ditakuti oleh orang di dunia.
Manifesto Komunis sendiri ditulis oleh Karl Marx dan temannya, Friedrich Engels.
Tujuan dari penulisan Manifesto Komunis adalah sebagai program Liga Komunis.
Baca Juga: Sejarah Pemilu Pertama Tahun 1955, Ketika Bung Karno Antri untuk Mencoblos
Tulisan Manifesto Komunis sendiri pertama kali diterbitkan di Kota London pada 21 Februari 1848.
Saat itu, Manifesto Komunis ditulis dalam brosur sebanyak 23 halaman saja.
meski termasuk singkat, teks di dalam Manifesto Komunis tersebut pengaruhnya sangat mengesankan. Bahkan bisa merubah sejarah dunia.
Teks tersebut berpengaruh pada pergolakan politik yang terjadi di berbagai negara, termasuk Jerman.
Baca Juga: Sejarah Berdirinya PKI: Dinamika Perjalanan Politik di Indonesia
Karl Marx yang berasal dari Jerman kemudian diusir dan menjadi warga tanpa negara.
Adapun Karl Marx kemudian menetap di Inggris, hingga ia meninggal dunia.
Manifesto Komunis merupakan respons atas kesenjangan yang terjadi dan mengakar di masyarakat.
Komunis yang melalui manifesto tersebut menjadi jawab atas permasalahan yang terjadi di Eropa saat itu.
Baca Juga: Sempat Menjadi Partai Besar, Bagaimana Sejarah PKI Mampu Menggaet Suara Besar di Pemilu
Revolusi industri dan monarki menyebabkan pemilik modal hidup dalam kekayaan.
Ide komunis itulah kemudian menjadi solusi terbaik untuk para pekerja yang hidup dalam penderitaan.
Pendekatan sejarah, sosial, ekonomi, politik, dan diksi yang menarik menjadikan Manifesto Komunis jadi tulisan yang menggemparkan.
Penggalan kalimat di dalamnya menjadi sebuah slogan yang hingga kini masih terdengar.
Contohnya adalah "You only have your chains to lose", kiasan jika revolusi akan membebaskan pekerja dari penderitaan.
Kini banyak anggapan jika ideologi kiri dan komunisme telah usai.
Hal ini ditandai dengan kemenangan Blok Barat atas Blok Timur pada Perang Dingin.
Baca Juga: Sempat Dilarang Orde Baru, Begini Sejarah Dinamika Perayaan Imlek di Indonesia
Tandanya adalah pecahnya negara Soviet dan runtuhnya Tembok Berlin.
Hal itu dibahas dalam buku karangan dari Francis Fukuyama yang berjudul The End of History And The Last Man.
Meski demikian, ide yang ditawarkan Karl Marx dan Friedrich Engels tetap jadi solusi untuk melawan penderitaan kelas bawah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 4Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 5Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Amankan Kemenangan Perdana?
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di UNL, 27 September 2026: Mampukah The Falcons Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



