Jakarta

Hari Ini Dalam Sejarah, 21 Februari Tepat 176 Tahun Manifesto Komunis Pertama Kali Diterbitkan

Muchammad Awan Wicaksono | 21 Februari 2024, 14:10 WIB
Hari Ini Dalam Sejarah, 21 Februari Tepat 176 Tahun Manifesto Komunis Pertama Kali Diterbitkan

AKURAT.CO - Manifesto Komunis merupakan salah satu tulisan politik yang sangat berpengaruh di dunia.

Ide yang terkandung dalam Manifesto Komunis tersebut dianut dan ditakuti oleh orang di dunia.

Manifesto Komunis sendiri ditulis oleh Karl Marx dan temannya, Friedrich Engels.

Tujuan dari penulisan Manifesto Komunis adalah sebagai program Liga Komunis.

Baca Juga: Sejarah Pemilu Pertama Tahun 1955, Ketika Bung Karno Antri untuk Mencoblos

Tulisan Manifesto Komunis sendiri pertama kali diterbitkan di Kota London pada 21 Februari 1848.

Saat itu, Manifesto Komunis ditulis dalam brosur sebanyak 23 halaman saja.

meski termasuk singkat, teks di dalam Manifesto Komunis tersebut pengaruhnya sangat mengesankan. Bahkan bisa merubah sejarah dunia.

Teks tersebut berpengaruh pada pergolakan politik yang terjadi di berbagai negara, termasuk Jerman.

Baca Juga: Sejarah Berdirinya PKI: Dinamika Perjalanan Politik di Indonesia

Karl Marx yang berasal dari Jerman kemudian diusir dan menjadi warga tanpa negara.

Adapun Karl Marx kemudian menetap di Inggris, hingga ia meninggal dunia.

Manifesto Komunis merupakan respons atas kesenjangan yang terjadi dan mengakar di masyarakat.

Komunis yang melalui manifesto tersebut menjadi jawab atas permasalahan yang terjadi di Eropa saat itu.

Baca Juga: Sempat Menjadi Partai Besar, Bagaimana Sejarah PKI Mampu Menggaet Suara Besar di Pemilu

Revolusi industri dan monarki menyebabkan pemilik modal hidup dalam kekayaan.

Ide komunis itulah kemudian menjadi solusi terbaik untuk para pekerja yang hidup dalam penderitaan.

Pendekatan sejarah, sosial, ekonomi, politik, dan diksi yang menarik menjadikan Manifesto Komunis jadi tulisan yang menggemparkan.

Penggalan kalimat di dalamnya menjadi sebuah slogan yang hingga kini masih terdengar.

Baca Juga: Sejarah Aang di Avatar: The Last Airbender, Mendirikan Republik Bangsa-Bangsa dan Menikahi Katara, Saksikan Segera Live Action di Netflix

Contohnya adalah "You only have your chains to lose", kiasan jika revolusi akan membebaskan pekerja dari penderitaan.

Kini banyak anggapan jika ideologi kiri dan komunisme telah usai.

Hal ini ditandai dengan kemenangan Blok Barat atas Blok Timur pada Perang Dingin.

Baca Juga: Sempat Dilarang Orde Baru, Begini Sejarah Dinamika Perayaan Imlek di Indonesia

Tandanya adalah pecahnya negara Soviet dan runtuhnya Tembok Berlin.

Hal itu dibahas dalam buku karangan dari Francis Fukuyama yang berjudul The End of History And The Last Man.

Meski demikian, ide yang ditawarkan Karl Marx dan Friedrich Engels tetap jadi solusi untuk melawan penderitaan kelas bawah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.