Jakarta

Bus Klakson Telolet Dilarang Angkut Pemudik Lebaran 2024, Dishub DKI Akan Inspeksi Keselamatan di Terminal-terminal

Sastra Yudha | 1 April 2024, 22:37 WIB
Bus Klakson Telolet Dilarang Angkut Pemudik Lebaran 2024, Dishub DKI Akan Inspeksi Keselamatan di Terminal-terminal

AKURAT JAKARTA - Mudik lebaran Idul Fitri 2024 telah dimulai. Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta pun melakukan inspeksi keselamatan di sejumlah terminal.

Salah satu yang menjadi sorotan pada inspeksi keselamatan adalah keberadaan bus antar kota antar provinsi (AKAP) yang memakai klakson telolet.

Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menegaskan bahwa pihaknya melarang bus angkutan lebaran memakai klakson telolet.

“Enggak boleh ada telolet. Karena itu juga termasuk item yang akan dilakukan pemeriksaan saat inspeksi keselamatan,” ucap Syafrin, pada Senin, 1 April 2024.

Baca Juga: Siapkan Diri Kamu Sekarang! Kemenag segera Buka 110.553 formasi Calon ASN 2024, Terbesar dalam Sejarah!

Oleh karena itu, Syafrin menegaskan, seluruh bus yang digunakan untuk mengangkut pemudik bakal diperiksa untuk memastikan tidak menggunakan klakson telolet.

Diketahui, pada musim mudik lebaran Idul Fitri 2024 ini, Dishub DKI menyiapkan 2.258 unit bus AKAP untuk angkutan mudik Lebaran 2024.

Ribuan bus angkutan mudik tersebut tersebar di empat terminal utama dan tiga terminal bantuan.

Adapun empat terminal utama itu adalah: Terminal Pulo Gebang, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Tanjung Priok, dan Terminal Kalideres.

Sedangkan tiga terminal bantuan meliputi Terminal Muara Angke, Terminal Grogol, dan Terminal Lebak Bulus.

“Untuk bus-bus yang nantinya akan diberangkatkan dari terminal, kami pastikan semuanya sudah dilakukan ramp check. Baik itu dari sisi kelayakan teknis dan kendaraan bus” tegasnya.

Tak cuma melakukan inspeksi terhadap armada bus, Dishub DKI juga akan melakukan cek kesehatan dan narkoba terhadap para pengemudi.

Baca Juga: Hendak Tawuran, 49 Remaja Ditangkap Polisi di Jalan Dakota Kemayoran, Satu Orang Positif Narkoba

Hal itu untuk memastikan pramudi dalam kondisi fit saat membawa pemudik pulang ke kampung halaman.

“Sehingga mereka mampu membawa kendaraannya dengan selamat sampai tujuan,” pungkas Syafrin. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.