Bagaimana Sejarah Hari Buruh yang Selalu Diperingati Setiap Tanggal 1 Mei?

AKURAT JAKARTA - Bagaimana sih sejarahnya Hari Buruh atau May Day yang selalu diperingati setiap tanggal 1 Mei?
Hari Buruh sendiri memiliki sejarah panjang yang selalu dirayakan oleh kaum pekerja di seluruh dunia.
Termasuk di Indonesia, Hari Buruh selalu dirayakan oleh kaum buruh.
Lantas, bagaimana sejarah Hari Buruh pada tanggal 1 Mei?
Baca Juga: Sejarah Jakarta: Kontroversi Ali Sadikin Melegalkan Perjudian untuk Bangun Kota
Hari Buruh
Penetapan Hari Buruh atau May Day dimulai dari solidaritas para pekerja dalam rangka memperingati Kerusuhan Haymarket (Haymarket Riot) di Chicago, Amerika Serikat pada tahn 1886.
Kejadian itu bermula dari aksi unjuk rasa buruh perusahaan McCormick Harvesting Machine Company pada 3 Mei 1886.
Unjuk rasa itu dilakukan untuk memperjuangkan hak buruh dan pemberlakuan delapan jam kerja sehari.
Saat itu, perusahaan memaksa buruh bekerja selama 14 hingga 18 jam dalam sehari.
Baca Juga: Sejarah Jakarta: Praktik Lendir Prostitusi Pernah Berkembang di Era Kolonial Belanda
Aksi unjuk rasa tersebut menimbulkan kerusuhan yang mengakibatkan seorang buruh tewas.
Sementara itu, beberapa buruh lainnya mengalami luka-luka. Korban berjatuhan tersebut terjadi ketika polisi mencoba membubarkan aksi unjuk rasa.
Sehari kemudian, pada 4 Mei 1886, para pemimpin serikat buruh mengadakan unjuk rasa di Haymarket Square untuk memprotes kebrutalan polisi.
Aksi unjuk rasa tersebut dihadiri pula oleh Wali Kota Chicago, Carter Harrison yang menyebutnya sebagai aksi damai.
Baca Juga: Sejarah Jakarta: Benarkah Kuliner Asinan Betawi Berasal dari Akulturasi Arab dan Tionghoa?
Ketika Wali Kota dan para pengunjuk rasa mulai membubarkan diri, sebuah bom dilempar dan memicu kerusuhan.
Akibat bom yang memicu kerusuhan tersebut, menewaskan tujuh petugas polisi serta empat hingga delapan warga sipil.
Hingga kini, sosok yang melempar bom pemicu Kerusuhan Haymarket tidak diketahui identitasnya.
Kemudian pada bulan Agustus 1886, delapan pria yang dituduh pelaku aksi anarkis dan pemicu Haymarket Riot diadili di persidangan dengan hukuman berat.
Lalu pada 1890, ratusan ribu orang melakukan aksi unjuk rasa pada Hari Buruh di London.
Sejak saat itu, setiap tanggal 1 Mei dikenal sebagai Hari Buruh oleh para pekerja di seluruh dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







