Rekayasa Cuaca Bakal Dijadikan Solusi Bagi Pemprov DKI Atasi Polusi Udara, Hari Jumat Ini Jakarta Terburuk Kedua di Dunia

AKURAT JAKARTA - Tingkat polusi udara di Jakarta beberapa hari terakhir menjadi sorotan public, karena berada di posisi tertinggi dunia.
Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengatasi masalah polusi udara dengan merekayasa cuaca.
"Jadi BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) DKI saya sudah minta untuk bisa melakukan beberapa rekayasa cuaca," ungkapnya kepada pers di RSUD Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (12/6/2024).
Ia berharap melalui teknologi rekayasa cuaca tersebut bisa menurunkan masalah situasi dan kondisi udara buruk di Jakarta saat ini.
Baca Juga: Kabar Baik! Bruno Mars Bakal Konser di Jakarta, Catat Tanggalnya dan Info War Tiket di Sini
Dikutip dari laman resmi Badan Riset dan Penanggulangan Nasional (BRIN), rekayasa cuaca atau hujan buatan dilakukan dengan menggunakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).
Dalam prosesnya, awan potensial dapat dipicu dengan menebar garam, sehingga bisa terjadi hujan di tempat tertentu yang diinginkan sesuai kebutuhan.
Sebelumnya, Heru juga mengungkapkan berbagai solusi untuk mengatasi polusi udara di Jakarta, salah satunya dengan teknologi water mist.
"Tapi DKI kan ada watermist, nanti ada pembatasan kendaraan, uji emisi," ujarnya.
Dikutip dari situs IQ Air, tingkat polusi udara di Jakarta pada pagi kemarin, Selasa (20/6/2024), berada di posisi pertama dunia setelah Kinshasa, Kongo dan Kampala, Uganda.
"Konsentrasi PM 2,5 di Jakarta saat ini 23,4 kali nilai panduan kualitas udara tahunan WHO," tulis IQ Air melalui situs resminya.
Baca Juga: SIM Indonesia Dapat Digunakan di Luar Negeri, Mulai Filipina, Malaysia hingga Thailand.
Per hari ini, Jumat (21/6/2024), tingkat polusi udara di wilayah Jakarta berada di kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Saat ini, tingkat polusi udara di Jakarta berada di posisi kedua dunia di bawah Kinshansa, Kongo dengan nilai AQI US sebesar 155. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Torino vs Udinese di Serie A, 13 Oktober 2026: Mampukah Granata Bangkit di Kandang?
- 2Prediksi Skor Coventry City vs Newcastle United di Premier League, 13 Oktober 2026: Mampukah The Sky Blues Menghentikan Dominasi The Magpies?
- 3Prediksi Skor Levante vs Sevilla di La Liga, 13 Oktober 2026: Duel Dua Tim Terluka di Ciudad de Valencia
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 5Prediksi Skor Atalanta vs Venezia di Serie A, 12 Oktober 2026: Mampukah La Dea Mengakhiri Tren Negatif?
- 6Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 7Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 8Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



