Jakarta

Didampingi Menteri AHY, Heru Budi Kunjungi Revitalisasi Rumah KTV Kedua di Tanah Tinggi

Yasmina Nuha | 27 September 2024, 19:46 WIB
Didampingi Menteri AHY, Heru Budi Kunjungi Revitalisasi Rumah KTV Kedua di Tanah Tinggi

AKURAT JAKARTA - Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengunjungi program perbaikan rumah konsolidasi tanah vertikal (KTV) "Rumah Cinta Damai" di Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat pada Jumat (27/9/2024).

Berdasarkan pantuan Akurat Jakarta, Heru Budi datang sekira pukul 16.11 WIB dengan mengenakan kemeja putih dan celana hitam yang jadi ciri khasnya.

Dalam kunjungannya tersebut, turut juga dihadiri oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono.

Sebelum memasuki gedung KTV, mereka terlihat menyapa para warga yang sudah menunggu kedatangannya. Para warga terlihat antusias menyambut mereka.

Baca Juga: Ternyata Pihak Sekolah Sudah Tau Ada Hubungan Spesial Antara Guru Dan Murid, Kepala Sekolah: Sudah Diberi Teguran Dua Kali

Tak hanya menyapa, para warga juga turut terlihat dibagikan buku gambar bergambar ilustrasi kota Jakarta dan bertuliskan "Sukses Jakarta Untuk Indonesia".

Kemudia, mereka berdua pun memasuki gedung KTV untuk melihat struktur bangunan dan berbagai ruangan yang terdapat dalam gedung tersebut.

Usai meninjau, Heru mengatakan bahwa gedung KTV kedua di Jakarta ini merupakan hasil kerja sama dari Menteri ATR/BPN, Yayasan Tzu Chi dan Pemda DKI.

"Hari ini di titik yang kedua Tzu Chi memberikan bantuan konsolidasi lahan vertikal yang mungkin hanya ada di Jakarta dan ini mengatasi area-area kumuh," ujar Sekretariat Presiden (Kasetpres) itu.

Baca Juga: Kakak Nikita Mirzani Minta Pada Publik Untuk Tak Panggil Keponakannya Loly: Tolong Panggil Laura

Sebelumnya, Pemprov DKI telah melaksanakan program revitalisasi ini di titik pertama yang telah dibangun di kawasan Palmerah, Jakarta Barat.

"Sekali lagi itu berkat bantuan pak menteri dan kebijakan masyarakat kami bisa menikmati sebagaimana hunian yang layak," ujarnya.

Ia pun berterima kasih atas nama masyarakat DKI Jakarta dan berharap program ini bisa berlanjut untuk mengatasi kekumuhan yang ada di Jakarta.

"Sehingga masyarakat tidak pindah, tidak jauh-jauh hanya memerlukan waktu 8 bulan, tidak lebih dari 8 bulan mereka bisa kembali ke tempat komunitas asalnya," tukasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.