Dicecar DPR RI, Budi Arie Diminta Segera Klarifikasi Soal Keterlibatan Komdigi Terhadap Situs Judi Online

AKURAT JAKARTA - Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi dicecar DPR saat rapat kerja yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu 6 November 2024.
Mantan menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang kini berganti nama menjadi Komdigi itu dicecar pertanyaan terkait judi online yang melibatkan pegawai Komdigi yang ia bawahi sebelumnya.
"Kemudian soal judol masih terkait dengan tadi pinjol. Bahwa pinjol ini lingkaran setan dengan judol pak. Yang ternyata usut punya usut ternyata banyak sekali orang yang terjerat dengan bisnis judol ini orang-orang terdekat dengan pak Budi Arie di kementerian Komdigi diperiode sebelumnya," kata Mufti Anam, anggota Komisi VI DPR RI.
Baca Juga: Donald Trump Diprediksi Menang Telak Dari Kamala Harris, Kuasai 50 Persen Lebih Dari Total Suara
Mufti juga meminta kepada Budi Arie untuk segera mengklarifikasi terkait kasus yang sedang ramai menyeret kementerian Komdigi tersebut.
Sebab, kata dia, judi online memiliki dampak yang sangat luar biasa terhadap masyarakat luas.
"Mereka (pelaku judi online) bahkan membunuh istrinya, kemudian menjual anaknya, bunuh diri dan sebagainya," ujar Mufti.
Baca Juga: DPR RI Blak-blakan Ungkap Kesalahan Kominfo Era Budi Arie Blokir Situs Wordpress, Bukan Judi Online
Sementara itu, Ketua relawan Projo tersebut menyebut bahwa pihaknya siap mendukung penegakan hukum yang berlaku untuk memberantas judi online di Indonesia.
"Kami mendukung penegakan hukum. Tiga, kita mendukung pemberantasan judi online di seluruh lini Indonesia. Jangan kasih kendor," ungkapnya.
Ia kemudian menuturkan bahwa saat ini dirinya hanya berfokus mengurusi koperasi yang sesuai dengan tupoksinya di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
"Saya, fokus mengurus koperasi dan rakyat," tegas Budi Arie.
Sebelumnya, publik dibuat riuh dengan penangkapan 16 pelaku keterlibatan pengamanan situs judol yang dilakukan oleh pegawai Komdigi dan sebagian sipil pada era Budi Arie.
Dimana diketahui Komdigi yang sebelumnya adalah Kominfo telah melindungi 1.000 situs judi online dari 5.000 situs yang masuk kedalam daftar hitam.
Kecurigaan keterlibatan pegawai Komdigi tersebut dimulai dari pengamatan internal Komdigi terkait adanya kecurigaan keterlibatan terhadap situs-situs haram tersebut.
Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria mengungkapkan bahwa kecurigaan berawal dari adanya transaksi janggal pada rekening sejumlah pegawai Komdigi.
"Sejumlah dari para karyawan, kita temukan terindikasi transaksi mencurigakan itu kita dalami, dan ada pengakuan-pengakuan bahwa mereka ikut dalam judol, dan ini sudah dikenai sanksi," jelasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





