Jakarta

Donald Trump Diprediksi Menang Telak Dari Kamala Harris, Kuasai 50 Persen Lebih Dari Total Suara

Titania Isnaenin | 6 November 2024, 17:25 WIB
Donald Trump Diprediksi Menang Telak Dari Kamala Harris, Kuasai 50 Persen Lebih Dari Total Suara

 

AKURAT JAKARTA - Donald Trump, diprediksi bakal menang dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat tahun 2024.

Mantan presiden ke-45 itu diketahui telah memperoleh perhitungan suara sebanyak 267 dari 270 suara untuk menang.

Sementara lawannya, Kamala Harris dari Partai Demokrat meraih 224 suara dari 270 electoral vote yang dibutuhkan.

Baca Juga: DPR RI Blak-blakan Ungkap Kesalahan Kominfo Era Budi Arie Blokir Situs Wordpress, Bukan Judi Online

Kemenangan Donald Trump, sebelumnya sudah diprediksi oleh New York Times bahwa dirinya akan berpeluang lebih dari 88%.

Meski Trump mendapat suara lebih banyak, Associated Press (AP) belum mengumumkan kemenangan resmi terkait presiden terpilih Amerika Serikat.

Sebelumnya, debat panas antara Kamala Harris dengan Donald Trump mewarnai media Internasional.

Baca Juga: Resmi! Komisi X DPR RI Setujui Proses Naturalisasi Kevin Diks Dkk, Anita Jacoba Sempat Beri Kritikan Soal Pemain Keturunan

Salah satunya adalah membahas mengenai perang di Ukraina dan Gaza, Palestina.

Dilansir laman AFP, pada Rabu (5/11), Trump mengklaim bahwa Kamala Harris sangat membenci Israel.

Dia menginginkan perang Gaza segera diakhiri apabila dirinya yang menjabat sebagai Presiden AS.

Baca Juga: PSSI Optimis Kevin Diks Akan Segera Perkuat Timnas Indonesia Jelang Lawan Arab Saudi di 19 November Mendatang

"Dia (Harris-red) membenci Israel. Pada saat yang sama, dengan caranya sendiri, dia membenci populasi Arab karena seluruh negara akan diledakkan. Arab, orang-orang Yahudi, Israel," ujar Trump dalam debat capres yang digelar di Philadelphia pada Selasa (10/9) waktu setempat.

Namun, Kamala Harris justru membantah tuduhan mengenai sikap dirinya yang dituding membenci Israel.

Baca Juga: Siapa Eks Pemain Timnas Inisial SS yang Ditangkap Polres Cianjur Karena Edarkan 2.700 Butir Obat Terlarang? Ini Sosok Bintang Sepak Bola Asal Aceh itu

Ia bahkan menegaskan bahwa sepanjang karirnya ia akan terus mendukung negara Zionist tersebut.

Karena bagaimanapun, Harris menganggap bahwa Israel adalah sekutu dekat Amerika Serikat.

Dan ia berkomitmen untuk melanjutkan dukungan itu.

Baca Juga: Cabup Indramayu Nomor Urut 3 Nina Agustina Resmi Buat Laporan ke Bawaslu, Usai Tuding Pendukung Lucky Hakim Lakukan Pengadangan Kampanye di Sukra

Kendati demikian, Harris menilai bahwa perang di Gaza harus segera diakhiri dengan melakukan gencatan senjata.

"Perang ini harus segera diakhiri, dan cara mengakhirinya adalah kita membutuhkan kesepakatan gencatan senjata dan kita membutuhkan (pembebasan) para sandera. Oleh karena itu, kita akan terus berupaya sepanjang waktu untuk mewujudkan hal itu," tuturnya.

Baca Juga: Netizen Soroti Aksi Reuni 411 Berlangsung Sepi, Rizieq Shihab Rupanya Absen Dari Demo

Sementara sebaliknya, Harris menilai bahwa Trump terlalu dekat dengan Putin.

Ia menilai bahwa Trump akan membiarkan Putin "berkuasa" pada negara-negara Eropa tak terkecuali Amerika. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.