Donald Trump Diprediksi Menang Telak Dari Kamala Harris, Kuasai 50 Persen Lebih Dari Total Suara

AKURAT JAKARTA - Donald Trump, diprediksi bakal menang dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat tahun 2024.
Mantan presiden ke-45 itu diketahui telah memperoleh perhitungan suara sebanyak 267 dari 270 suara untuk menang.
Sementara lawannya, Kamala Harris dari Partai Demokrat meraih 224 suara dari 270 electoral vote yang dibutuhkan.
Baca Juga: DPR RI Blak-blakan Ungkap Kesalahan Kominfo Era Budi Arie Blokir Situs Wordpress, Bukan Judi Online
Kemenangan Donald Trump, sebelumnya sudah diprediksi oleh New York Times bahwa dirinya akan berpeluang lebih dari 88%.
Meski Trump mendapat suara lebih banyak, Associated Press (AP) belum mengumumkan kemenangan resmi terkait presiden terpilih Amerika Serikat.
Sebelumnya, debat panas antara Kamala Harris dengan Donald Trump mewarnai media Internasional.
Salah satunya adalah membahas mengenai perang di Ukraina dan Gaza, Palestina.
Dilansir laman AFP, pada Rabu (5/11), Trump mengklaim bahwa Kamala Harris sangat membenci Israel.
Dia menginginkan perang Gaza segera diakhiri apabila dirinya yang menjabat sebagai Presiden AS.
"Dia (Harris-red) membenci Israel. Pada saat yang sama, dengan caranya sendiri, dia membenci populasi Arab karena seluruh negara akan diledakkan. Arab, orang-orang Yahudi, Israel," ujar Trump dalam debat capres yang digelar di Philadelphia pada Selasa (10/9) waktu setempat.
Namun, Kamala Harris justru membantah tuduhan mengenai sikap dirinya yang dituding membenci Israel.
Ia bahkan menegaskan bahwa sepanjang karirnya ia akan terus mendukung negara Zionist tersebut.
Karena bagaimanapun, Harris menganggap bahwa Israel adalah sekutu dekat Amerika Serikat.
Dan ia berkomitmen untuk melanjutkan dukungan itu.
Kendati demikian, Harris menilai bahwa perang di Gaza harus segera diakhiri dengan melakukan gencatan senjata.
"Perang ini harus segera diakhiri, dan cara mengakhirinya adalah kita membutuhkan kesepakatan gencatan senjata dan kita membutuhkan (pembebasan) para sandera. Oleh karena itu, kita akan terus berupaya sepanjang waktu untuk mewujudkan hal itu," tuturnya.
Baca Juga: Netizen Soroti Aksi Reuni 411 Berlangsung Sepi, Rizieq Shihab Rupanya Absen Dari Demo
Sementara sebaliknya, Harris menilai bahwa Trump terlalu dekat dengan Putin.
Ia menilai bahwa Trump akan membiarkan Putin "berkuasa" pada negara-negara Eropa tak terkecuali Amerika. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 2Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 3Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 4Prediksi Skor Fulham vs Crystal Palace di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Momentum Kebangkitan Tuan Rumah Diuji
- 5Prediksi Skor AC Monza vs Napoli di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Partenopei di Markas Brianzoli
- 6Prediksi Skor SC Paderborn vs Stuttgart di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Kesempatan Tuan Rumah Membalas Kekalahan
- 7Prediksi Skor Sunderland vs Brentford di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Misi Bangkit demi Tiket Perempat Final
- 8Prediksi Skor Bayer Leverkusen vs FC Nurnberg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Die Werkself Taklukan Tim Kasta Kedua dengan Mudah?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




