Jakarta

Simak! Berikut 21 Kecamatan di Jakarta yang Berpotensi Terdampak Longsor, BPBD Imbau Masyarakat Tetap Antisipasi

Yasmina Nuha | 14 Januari 2025, 15:55 WIB
Simak! Berikut 21 Kecamatan di Jakarta yang Berpotensi Terdampak Longsor, BPBD Imbau Masyarakat Tetap Antisipasi

 

AKURAT JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan info prakiraan wilayah potensi tanah longsor yang terjadi di 21 kecamatan di 4 wilayah Jakarta.

Hal ini juga menyusul akibat terjadinya peningkatan intensitas curah hujan dalam beberapa hari terakhir.

Untuk itu, BPBD meminta para lurah, camat, dan masyarakat untuk tetap mengantisipasi adanya potensi gerakan tanah pada saat curah hujan di atas normal selama Januari 2025.

Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT Rp 750 Cair, Begini Syarat Cek Status Penerima di cekbansos.kemensos.go.id

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji meminta camat dan lurah beserta masyarakat aktif mengecek kondisi wilayahnya masing-masing, terutama yang berdekatan dengan aliran sungai maupun terdapat tebing atau gawir.

"Petugas TRC BPBD di setiap kelurahan bersama lurah dan camat memonitor bersama apabila ada kondisi tertentu yang membutuhkan penanganan baik BPBD maupun instansi terkait," ujar Isnawa dalam keterangannya, Selasa (14/1/2025).

Ia mengatakan, BPBD DKI Jakarta pun mengajak masyarakat untuk melakukan penanaman pohon di lokasi rawan dan sudah minim vegetasi untuk mencegah potensi bahaya tanah longsor.

Baca Juga: Keren, Pemain Perija Jakarta Gustavo Almeida Jadi Top Skor Sementara BRI Liga 1 2024/2025 Pekan ke 18

Ia menyampaikan, antisipasi lainnya yang dapat dilakukan yakni dengan membuat bronjong dan turap mandiri apabila tanah dalam keadaan miring atau berpotensi bergerak atau bergeser.

"Bisa dilakukan swadaya atau kolektif oleh masyarakat untuk meninimalisasi dampak yang lebih serius jika terjadi hujan lebat," katanya

"Lokasi yang sudah kita petakan kita koordinasikan dengan Dinas SDA pelaksanaan teknis di lapangan. Penanganan bencana harus secara komprehensif," pungkasnya.

Menurut informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), beberapa wilayah di Jakarta berpotensi terjadi gerakan tanah berdasarkan hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan yang diperoleh dari BMKG.

Diketahui, beberapa wilayah dengan kondisi tersebut berada di Zona Menengah-Tinggi potensi terjadinya tanah longsor.

Pada Zona Menengah dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan. Sementara pada Zona Tinggi, gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

Adapun 21 kecamatan di DKI Jakarta berada di Zona Menengah - Tinggi potensi terjadinya tanah longsor, yaitu:

1. Jakarta Pusat, meliputi wilayah Kecamatan Menteng.

2. Jakarta Selatan, meliputi wilayah Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, Pesanggrahan dan Tebet.

3. Jakarta Timur, meliputi wilayah Kecamatan Cakung, Cipayung, Ciracas, Duren Sawit, Jatinegara, Kramatjati, Makasar, Matraman, Pasar Rebo dan Pulo Gadung.

4. ⁠Jakarta Barat, meliputi wilayah kecamatan Kembangan. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y