Jakarta

Pramono-Rano Bakal Kurangi Hari Kerja Jadi 4 Hari, Tim Transisi: Ikut Tren dari Kota-Kota Eropa

Yasmina Nuha | 22 Januari 2025, 16:14 WIB
Pramono-Rano Bakal Kurangi Hari Kerja Jadi 4 Hari, Tim Transisi: Ikut Tren dari Kota-Kota Eropa

AKURAT JAKARTA - Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta terpilih, Pramono Anung-Rano Karno atau Si Doel berencana akan mengurangi hari kerja bagi warga Jakarta.

Hal ini disampaikan oleh pengamat tata kota yang juga bagian Tim Transisi Pramono-Rano, Nirwono Joga. Menurutnya, hal ini mengacu kepada kota-kota Eropa yang telah menerapkannya.

"Nah, yang ketiga ini yang menarik sebenarnya. Ini lagi tren di kota-kota Eropa sebenarnya, di Skandinavia. Apa itu? Pengurangan hari kerja. Empat hari kerja," ujar Nirwono di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (21/1/2025).

Baca Juga: Anggota DPD RI Happy Djarot Ikuti Tanam Serentak se DKI Jakarta, Tanam Bibit Jagung dan Cabai

Nirwono menjelaskan, salah satu alasan dibalik rencana ini karena mengingat juga beberapa hari belakangan ini terjadi puncak musim hujan di Jakarta.

"Empat hari kerja itu salah satu yang sedang digagas (Pramono), karena apa? Pada puncak-puncak musim hujan misalnya. Pada saat puncak musim hujan laporan BMKG, BNPB, Jakarta akan banjir. Maka solusi paling benar adalah diliburkan," tuturnya.

Tak hanya itu, ia juga menjelaskan jika terjadi puncak musim kemarau, pihaknya ingin mengurangi hari kerja dengan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) untuk mengatasi persoalan polusi udara di Jakarta.

Baca Juga: IDN: 100 Hari Pemerintahan Prabowo Berkontribusi Signifikan

"Begitu juga pada puncak-puncak musim kemarau misalnya, polusi udara tertinggi. Kemudian Jakarta tidak keluar dari tiga besar (kota) polusi udara. Salah satu solusinya paling mudah, murah, meriah adalah work from home," ujarnya.

Ia pun menegaskan bahwa strategi ini sebenarnya bukan hal baru juga. Namun ini sudah menjadi konsep yang dikembangkan di kota-kota Eropa, seperti Skandinavia dan lain-lain.

Kemudian, ia juga menjelaskan terkait dengan hari yang diliburkan dalam rencana empat hari kerja itu, pihaknya nantinya akan meminta pihak DPRD untuk memutuskan hari apa yang cocok untuk diliburknan.

"Nah, persoalannya yang belum diputuskan adalah empat hari kerjanya itu hari apa yang libur? Apakah masuk Senin Selasa, kemudian Rabunya libur, kemudian Kamis Jumat masuk misalnya," ujarnya.

"Atau hari Seninnya atau mungkin bahkan hari Jumatnya yang libur. Nah, ini tentu teman-teman di DPRD yang akan memutuskan. Karena ini terkait dengan penentuan hari," imbuhnya.

Ia pun menyarankan agar hari libur tersebut jatuh pada 3 hari di akhir pekan. Namun, ia menegaskan bahwa rencana ini masih pilihan dan jadi salah satu solusi mengatasi permasalahan di Jakarta.

"Kalau mau libur panjang mungkin di akhir pekan misalnya. Nah, ini pilihan sebenarnya. Tapi ini salah satu solusi atau strategi yang disiapkan untuk mengantisipasi sebenarnya," pungkasnya. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y