Proyek Pengerukan Pasir Laut di Pulau Pari Ancam Ekosistem Laut, Berikut Komentar Pemprov DKI

AKURAT JAKARTA - Beredar video aktivitas pengerukan pasir laut di depan Pulau Pari, Kepulauan Seribu yang diduga ilegal dan mengancam ekosistem pulau tersebut.
Berdasarkan video dari akun Instagram @perempuan.pulaupari, kejadian ini terjadi pada Jumat, 17 Januari 2025, sore hari.
Video tersebut memperlihatkan keberadaan alat berat ekskavator dan tumpukan terumbu karang bekas pengerukan.
Terkait hal tersebut, Asisten Pemerintahan (Aspem) Sekretaris Daerah Jakarta, Sigit Widjatmoko, mengatakan pihaknya melalui Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu sudah menangani proyek tersebut.
"Kaitan dengan berita (pengerukan pasir laut) di media sosial per tanggal 17 Januari 2025, kami langsung bertindak melalui PLT Bupati-Kabupaten Administrasi Pulau Seribu," ujar Sigit di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat Selasa (21/1/2025).
Ia mengungkapkan bahwa kegiatan itu terdapat di wilayah Pulau Biawak yang merupakan pulau private atau pribadi, artinya pulau yang dimiliki oleh orang-orang.
Namun, pihaknya langsung dilakukan pengecekan dan menemukan bahwa izin Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPRL) belum diurus atau belum diterbitkan. Sehingga, pihaknya pun langsung menghentikan proyek itu.
"Maka seketika teman-teman dari Pemkab melakukan penghentian pembangunan di lokasi dimaksud," tegasnya.
Jadi, ia mengatakan bahwa pihaknya langsung proaktif, meskipun itu ada di wilayah private, tetapi karena tidak dilengkapi dengan izin, maka langsung proses penghentian.
Baca Juga: Pramono-Rano Bakal Kurangi Hari Kerja Jadi 4 Hari, Tim Transisi: Ikut Tren dari Kota-Kota Eropa
"Oke ya, sementara itu ya, artinya saya juga mengikuti tentang Pulau Pari, depan Pulau Biawak, belum ada izin KKPRL-nya, tapi ya pilih orang yang mengikuti," pungkasnya.
Sebelumnya, Warga Pulau Pari membagikan sebuah video mengenai dilanjutkannya pembangunan cottage apung dan dermaga yang merusak alam sekitar.
Beko yang sebelumnya disegel warga pun disebutkan kembali beroperasi melakukan pengerukan pasir.
Salah satu anggota komunitas Perempuan Pulau Pari mengatakan, warga pulau pari telah menanam ribuan Mangrove di kawasan tersebut. Namun, Mangrove itu seketika mati ketika dilakukannya pembangunan oleh pihak swasta itu.
"Padahal mangrove yang kita tanam disini sudah ribuan Mangrove yang tumbuh disini. Akhirnya mangrove-magrove kita habis direklamasi sama beko-beko ini," ujarnya dalam video yang diunggah @perempuan.pulaupari pada Jumat (17/1/2025). (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 4Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 5Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Amankan Kemenangan Perdana?
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di UNL, 27 September 2026: Mampukah The Falcons Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!

