Normalisasi Kali Ciliwung Sisa 16,52 KM, Pemprov DKI Bakal Gelontorkan Dana Capai Rp 90 M untuk Pembebasan Lahannya

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berupaya menuntaskan program normalisasi Kali Ciliwung untuk mengurangi risiko banjir di Jakarta.
Dalam program normalisasi Kali Ciliwung, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berperan dalam melakukan pembebasan lahan. Sementara, pengerjaan normalisasi dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum mengatakan, panjang kali yang belum dinormalisasi hingga akhir 2024 tersisa 16,52 kilometer.
Kondisi ini terjadi setelah pembebasan lahan di Kelurahan Rawajati sepanjang 200 meter dan Cililitan sepanjang 100 meter.
"Normalisasi Kali Ciliwung progresnya lumayan oke. Panjang tanggul yang telah terealisasi untuk normalisasi selama ini 17,17 kilometer, sekarang per 2024 kemarin tinggal 16,52 kilometer,” ujar Ika di Jakarta, Jumat (24/1/2025).
Ia menyampaikan, untuk tahun 2025, Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan anggaran sekitar Rp90 miliar yang difokuskan pada pembebasan lahan.
Baca Juga: Ajak Generasi Muda Melek Politik, Wakil Ketua DPRD DKI Basri Baco Harap Jadi Bekal Penerus Bangsa
Pembebasan lahan tersebut untuk melanjutkan normalisasi di segmen-segmen yang belum selesai pada 2024, termasuk Rawajati, Cawang dan Cililitan.
"Tahun ini selesai untuk segmen Rawajati dan Cililitan. Anggaran nanti, kami fokus di normalisasi Ciliwung melanjutkan segmen yang belum selesai di tahun 2024 kemarin, Rawajati, Cawang, dan Cililitan," katanya.
Meskipun demikian, lanjut Ika, laju normalisasi dinilainya masih tergolong lambat. Sepanjang 2024, pengerjaan fisik hanya mencapai 230 meter, terdiri dari 200 meter di Rawajati dan 30 meter di Cililitan.
Pihaknya sedang menginventarisasi bidang lahan yang perlu dibebaskan di wilayah tersebut. Namun, ia belum bisa memastikan kapan program ini bisa rampung karena proses pembabasan lahan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
"Ya kan memilah mana yang memiliki alas hak mana yang nggak punya alas hak, terus mana yang layak dibayar mana yang nggak layak dibayar, itu perlu effort lah," katanya.
Ika menilai, hal ini menunjukkan perlunya percepatan dalam proses pembebasan lahan dan pembangunan fisik untuk mencapai target normalisasi keseluruhan sepanjang 33,69 kilometer.
"Dengan sisa 16,52 kilometer yang belum dinormalisasi, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk menyelesaikan pembebasan lahan dan pembangunan fisik secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan," tegasnya.
"Langkah ini diharapkan dapat mengurangi dampak banjir di wilayah-wilayah yang rawan terdampak luapan Kali Ciliwung," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 3Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 4Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 5Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 8Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





