Jakarta

Disdukcapil DKI Prediksi Terjadi Penurunan Pendatang Baru di Jakarta Pasca Lebaran 2025, Jumlahnya Capai 10.000 hingga 15.000 Jiwa

Yasmina Nuha | 5 April 2025, 07:32 WIB
Disdukcapil DKI Prediksi Terjadi Penurunan Pendatang Baru di Jakarta Pasca Lebaran 2025, Jumlahnya Capai 10.000 hingga 15.000 Jiwa

AKURAT JAKARTA - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta memprediksi bahwa terjadi penurunan jumlah pendatang baru di Jakarta pasca Lebaran Idulfitri tahun 2025 ini dari tahun sebelumnya.

Kepala Disdukcapil DKI Jakarta, Budi Awaludin, menjelaskan, berdasarkan perhitungan pihaknya terdapat sekitar 10.000 sampai dengan 15.000 jiwa pendatang baru akan datang ke Jakarta pada musim pasca hari raya tahun ini.

Jumlah tersebut lebih rendah dibanding jumlah pendatang baru dua tahun terakhir, di mana pada tahun 2023 mencapai 25.918 jiwa dan 2024 mencapai 16.207 jiwa.

Baca Juga: Prediksi Pendatang Baru di Jakarta Tahun Ini Capai 10-15 Ribu, Rano Karno: Terlalu Kecil Bisa di Atas 50 Ribu

"Jumlah pendatang pasca hari raya tahun 2024 sebesar 16.207 jiwa, turun sekitar 37,47% dari tahun 2023 yaitu sebesar 25.918 jiwa. Sedangkan tahun ini pendatang baru sekitar sekitar 10.000 s.d 15.000 jiwa," kata Budi kepada wartawan, Jumat (4/4/2025).

Lebih lanjut, ia menjelaskan, jumlah penduduk DKI Jakarta pada tahun 2024 turun sekitar hampir 300.000-an, dari tahun 2023 sebesar 11.337.563 menjadi 11.038.216

"Jumlah pendatang tahun 2024 turun sebesar 34,75 % (84.783), dibandingkan tahun 2023 136.200. Sedangkan yang keluar lebih banyak dan terjadi kenaikan sebesar 38,48 % 395.298, dibandingkan tahun 2023 243.160," terangnya.

Baca Juga: Simak! Pendatang Baru Jakarta, Pemprov DKI Sebut Harus Minimal 10 Tahun Menetap untuk Jadi Calon Penerima Bansos

Selain itu, kata Budi, jumlah yang mudik mengalami penurunan menurut data kementerian perhubungan pada tahun ini sebesar 24%.

"Di mana pada tahun ini diprediksi mencapai 146,48 juta orang, sedangkan tahun 2024 mencapai 193,6 juta pemudik," katanya.

Kemudian, ia juga menjelaskan beberapa alasan mengapa terjadi penurunan jumlah pendatang baru di Jakarta, salah satunya terkait pemerataan pembangunan di kota-kota besar lain.

"Jakarta bukan satu-satunya kota besar di Indonesia dan itu jadi opsi/pilihan bagi para urban untuk menjadi tujuan baru. Terjadinya pemerataan pembangunan di kota-kota besar lainnya," tuturnya.

Selain itu, menurutnya, terjadi persaingan pekerjaan yang semakin ketat di Jakarta serta berhasilnya sosialisasi dari pihaknya yang membuat penurunan pendatang baru ini.

"Persaingan di Jakarta yang semakin ketat, serta
sosialisasi yang telah kami lakukan atas program Penataan administrasi kependudukan sesuai domisili," pungkasnya. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y