Dishub DKI Targetkan Pendapatan Parkir Naik Dua Kali Lipat Pada Tahun 2026, Segini Jumlahnya

AKURAT JAKARTA - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengatakan bahwa jumlah pendapatan dari retribusi parkir pada tahun 2026 ditargetkan dapat meningkat dua kali lipat dari tahun 2025 ini.
Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, pada tahun 2025 ini, pendapatan dari retribusi parkir ditargetkan sekitar Rp30 miliar. Sedangkan tahun depan akan ditargetkan sekitar Rp60 miliar.
"Tahun ini dari proyeksi sekitar Rp 30 M-an, tahun depan itu meningkat menjadi Rp 60 M-an untuk proyeksi pendapatan parkir," ujar Syafrin kepada wartawan, dikutip Jumat (30/5/2025).
Lebih lanjut, ia menjelaskan, pihaknya akan terus meningkatkan pendapatan retribusi parkir ini dengan mengoptimalkan dan memanfaatkan digitalisasi dengan pembayaran cashless atau non tunai.
"Tentu di era 4.0 seperti sekarang, ini tentu digitalisasi menjadi sebuah keniscayaan dan kita harapkan ini secara masif bisa diterapkan di dalam pengelolaan parkir, khususnya parkir on street di Jakarta," katanya.
Saat ini, pihaknya melalui Unit Pengelola (UP) Perparkiran mengelola dan mengoptimalkan pendapatan parkir dari berbagai lokasi parkir on street dan off street.
Dengan melakukan digitalisasi, kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir di berbagai lokasi parkir itu bisa pihaknya atasi.
"Kan untuk lokasi saat ini yang dikelola oleh UP Parkir, total dari on streetnya itu hanya 244 ruas jalan dari total sebanyak 441 yang ada di dalam peraturan gubernur. Jadi itu yang kita optimalkan," tutur Syafrin.
Baca Juga: MK Putuskan Sekolah SD-SMP Gratis, DPRD Dorong Pemprov DKI Jakarta Respons dengan Langkah Nyata
"Tentu dengan digitalisasi kebocoran bisa kita harapkan diminimalisir dan tentu bisa dioptimalkan untuk pendapatannya," imbuhnya.
Saat ini, Syafrin pun sudah menginstruksikan ke UP Perparkiran untuk memperbaiki tata kelola penyelenggaraan parkir baik itu off street maupun on street yang dibawa kendali pihaknya.
"Dan dengan melakukan perbaikan kita harapkan akan ada peningkatan pendapatan, yang itu proyeksinya tahun 2026 itu naik," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UNL, 28 September 2026: Duel Penentu Kemenangan Kedua di Yerevan
- 2Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 3Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UNL, 28 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit di Tbilisi?
- 4Prediksi Skor Belgia vs Prancis di UNL, 29 September 2026: Tanpa Mbappe, Les Bleus Diuji di Brussels
- 5Prediksi Skor Turki vs Italia di UNL, 29 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Tertekan
- 6Prediksi Skor Irlandia Utara vs Hungaria di UNL, 29 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Lanjutkan Momentum Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Latvia vs Siprus di UNL, 28 September 2026: Duel Tim yang Sama-Sama Ingin Bangkit
- 8Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UNL, 28 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Ingin Bangkit
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



