Jakarta Bakal Terapkan Jalan Berbayar atau ERP, Pengamat: Lebih Efektif Atasi Macet Dibanding 3-in-1 dan Ganjil-Genap

AKURAT JAKARTA - Pengamat Transportasi, Muhammad Akbar menilai bahwa kebijakan jalan berbayar atau Electronic Road Pricing (ERP) yang diwacanakan oleh Pemprov DKI Jakarta efektif untuk menangani kemacetan di Jakarta.
Akbar menjelaskan, sebelumnya Pemprov DKI Jakarta juga berupaya mengatasi kemacetan dengan kebijakan sistem 3-in-1. Namun, kebijakan tersebut malah menimbulkan permasalahan baru.
"Jakarta telah mencoba berbagai kebijakan untuk membatasi penggunaan kendaraan pribadi. Mulai dari sistem 3-in-1, yang malah melahirkan praktik joki pengisi kursi kosong," kata Akbar dalam keterangannya, Sabtu (14/6/2025).
Selain itu, ia juga menilai, kebijakan ganjil-genap yang meskipun sempat efektif di awal, kebijakan itu perlahan mulai kehilangan daya guna karena banyak pengguna yang mengakalinya. "Entah dengan beli mobil kedua, pinjam plat nomor, atau bahkan memalsukan pelat," imbuh Akbar.
Dengan itu, menurutnya, kedua kebijakan tersebut juga punya kelemahan yang cukup mendasar. Sistemnya kaku, tidak fleksibel terhadap situasi darurat, dan tidak adaptif terhadap variasi waktu dan rute perjalanan.
"Serta tidak menghasilkan pendapatan yang bisa digunakan untuk membenahi sistem transportasi secara menyeluruh," kata Akbar.
Sebaliknya, ia pun beranggapan bahwa ERP menawarkan pendekatan yang jauh lebih komprehensif.
Akbar mengatakan, kebijakan seperti ERP menjadi sangat penting. ERP adalah sistem pembatasan lalu lintas yang paling efektif.
"Karena tidak hanya membatasi kendaraan pribadi dengan cara yang adil dan transparan, tapi juga mendorong perubahan perilaku secara perlahan namun pasti," tutur Akbar.
"Dari bebas menggunakan mobil pribadi kapan saja menjadi berpikir dua kali sebelum melintas di jalan padat, karena ada biaya yang harus ditanggung," imbuhnya.
Sebelumnya, Gubernur Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan akan menerapkan kebijakan Electronic Road Pricing (ERP) atau jalan berbayar pada waktu mendatang.
"Tapi suatu hari, bukan sekarang ya teman-teman media, ERP-nya saya mau pasang," ujar Pramono di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, dikutip Rabu (28/5/2025).
Pramono pun menjelaskan, alasan pihaknya akan menerapkan kebijakan ini sebab bagi warga mampu yang memiliki banyak kendaraan harus bersedia untuk membayar ERP.
Namun, bagi warga yang tidak mampu, ia menegaskan tidak akan dikenakan ERP dan biayanya ditanggung oleh pemerintah.
"Kenapa ERP-nya dipasang? Ya kalau kamu punya duit, mau naik mobil satu, mobil tanganmu sepuluh, bawa semua ke Jakarta gak apa-apa, bayar semua ERP. Parkir, bayar semua parkirnya," ujar Pramono.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




