Jakarta

Inflasi 2026 Diprediksi Naik 2,4 Persen, Gubernur Pramono Siapkan Jurus Jitu Mengatasinya dengan Strategi 4K

Yasmina Nuha | 23 Juni 2025, 14:11 WIB
Inflasi 2026 Diprediksi Naik 2,4 Persen, Gubernur Pramono Siapkan Jurus Jitu Mengatasinya dengan Strategi 4K

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyatakan siap menghadapi inflasi pada tahun 2026 yang diperkirakan naik sebesar 2,4 persen. Salah satunya dengan menerapkan strategi 4K.

Ia menjelaskan, dalam 5 tahun ke depan, laju pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan terus meningkat dengan target 5,1-6 persen pada tahun 2026 dan terus meningkat hingga tahun 2030. Namun, pertumbuhan ekonomi ini dibarengi dengan peningkatan inflasi.

"Selain itu, inflasi pada tahun 2026 diperkirakan naik pada angka 2,4 persen dan akan berlanjut selaras dengan pertumbuhan ekonomi," ujar Pramono dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Senin (23/6/2025).

Baca Juga: Fraksi Golkar Minta Pemprov DKI Masukkan Program Tanggul Raksasa Prabowo di Dalam RPJMD 2025-2029

Untuk itu, kata Pramono, berbagai pertimbangan proyeksi makroekonomi menjadi motivasi bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperkuat kebijakan ekonomi pembangunan, salah satunya dengan kebijakan 4K.

"Salah satunya dengan mengimplementasikan strategi 4K: keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasinya," tuturnya.

Politikus PDIP itu juga mengatakan, pihaknya akan terus mendorong ke Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan untuk memperluas kerjasama antardaerah guna memastikan distribusi pangan yang efisien dan rata.

"Serta memperkuat ketahanan pangan di Jakarta yang pada pilihannya akan dukung terciptanya kestabilan perekonomian secara keberterlanjutan," tukasnya.

Sebagai informasi, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, ke depan bank sentral Indonesia tetap meyakini bahwa inflasi terkendali dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen pada 2025 dan 2026.

Baca Juga: Tidak Heran Jika Pasukan Iran Bersiaga Penuh di Selat Hormuz Jalur Vital Ekspor Minyak Dunia, Buntut Serangan Amerika

"Inflasi inti diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas ekonomi yang memadai, imported inflation yang terkendali, dan dampak positif dari digitalisasi," kata Perry, Rabu (23/5/2025) lalu.

Ia menambahkan, inflasi volatile food (VF) juga diprakirakan terkendali didukung oleh sinergi pengendalian inflasi Bank Indonesia dengan Pemerintah Pusat dan Daerah.

Adapun inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Maret 2025 tercatat tetap rendah dan mendukung stabilitas perekonomian. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.