Disarankan Jadi Gubernur Konten Seperti KDM untuk Tingkatkan Kepuasan Publik, Pramono: Saya Enggak Lah, Kerja Aja

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung enggan menjadi "gubernur konten" seperti langkah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM).
Hal ini disampaikannya dalam menanggapi saran dari publik untuk meningkatkan hasil tingkat kepuasan dari hasil survei Litbang Kompas.
Di mana, berdasar hasil survei asa 27,8 persen responden yang menyatakan tidak puas, sebanyak 2,3 persen menyatakan sangat tidak puas dan 5,4 persen responden tidak tahu/tidak jawab.
Sementara itu, ada 57 persen responden menyatakan puas dan 7,5 persen responden menyatakan sangat puas.
"Sarannya apa? Supaya saya lebih ngonten, lebih itu. Saya enggak lah, saya kerja aja. Saya lebih senang teknokrasi, saya bukan orang yang kemudian terlalu banyak tampil di sosmed, enggak," kata Pramono kepada wartawan di Jakarta, Senin (23/6/2025).
Ia menegaskan, dirinya lebih memilih untuk bekerja secara nyata dibanding fokus mempublikasikan kerjanya di media sosial.
"Bahkan kadang kala kalau di sosmed ini aja saya bilang enggak, enggak usah. Termasuk beberapa kali saya enggak mau di-up. Saya lebih senang kerja real," tukasnya.
Lebih lanjut, ia juga tidak menanggapi lebih lanjut banyak warga yang menilai dirinya enggan turun ke lapangan. Sebab, tak semua kegiatannya harus diketahui warga.
"Ya enggak apa-apa, karena kan masyarakat tidak semuanya bisa lihat, kan masyarakat tidak semuanya bisa lihat seperti hari ini. Hari ini aja turun tiga tempat," tuturnya.
Baca Juga: Jalan Raya Puncak Bogor Telan Korban Jiwa, Pemotor Wanita Inisial TT Tewas Terlindas Mobil Pick Up
Namun, politikus PDIP itu juga mengatakan, pihaknya juga akan tetap menggunakan hasil survei dari Litbang Kompas itu sebagai referensi untuk kinerja.
"Bagi saya pribadi, saya adalah orang yang survei itu saya gunakan untuk referensi. Tetapi di survei itu juga dikatakan, citranya tinggi banget tapi tingkat kepuasan walaupun sudah 64 persen, ini kan bagi saya juga udah baik banget, udah bagus banget. Bisa lebih dari itu," tukasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 4Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 5Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 8Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Amankan Kemenangan Perdana?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





