Jakarta

3 Sekolah Rakyat di Jakarta Sudah Berjalan, Pramono Sebut Semua Fasilitas Milik Pemprov Jakarta

Yasmina Nuha | 25 Juli 2025, 19:09 WIB
3 Sekolah Rakyat di Jakarta Sudah Berjalan, Pramono Sebut Semua Fasilitas Milik Pemprov Jakarta

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengatakan bahwa seluruh fasilitas Sekolah Rakyat di Jakarta merupakan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta.

Di mana saat ini, sudah terdapat 3 sekolah rakyat yang terletak di Jakarta, yaitu Sentra Mulya Jaya Jakarta Timur, Sentra Handayani Jakarta, Jakarta Timur, dan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Margaguna, Jakarta Selatan.

"Sekolah rakyat seperti yang ada di Jakarta Timur, fasilitas gedung dan sebagainya itu adalah konstribusi sepenuhnya dari Pemerintah Jakarta," kata Pramono di Anjungan Sarinah, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (25/7/2025).

Baca Juga: Asyik! Pemprov DKI Berikan Pengurangan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor hingga 80%, Berikut Rinciannya

Ia pun menegaskan, dalam program Sekolah Rakyat ini, pihaknya berperan aktif untuk membantu terwujudnya program milik Presiden RI Prabowo Subianto.

"Sehingga dengan demikian ini menunjukkan bahwa Pemerintah Jakarta berperan aktif secara sungguh-sungguh untuk memajukan apa yang menjadi keinginan Bapak Presiden untuk memberikan fasilitas di sekolah rakyat," kata Pramono.

"Jadi fasilitas yang ada gedung dan sebagainya itu dari Pemerintah Jakarta," imbuhnya.

Baca Juga: Jika Terbukti Terlibat Kasus Beras Oplosan, Pemprov DKI Jakarta Tak Akan Beri Perlindungan pada Food Station

Diketahui, Sekolah Rakyat 2025 telah resmi dibuka sejak Senin (14/7/2025). Terdapat 63 titik Sekolah Rakyat yang dibuka tengah bulan Juli, termasuk di Jakarta.

Total pemerintah pusat akan membuka 100 titik Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia pada 2025. Dari 100 titik tersebut, 37 titik lain rencananya baru akan dimulai pada akhir Juli 2025.

Sementara itu, Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah yang bertujuan menyediakan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem berdasarkan Data Terpadu Stabilisasi Ekonomi Nasional (DTSEN). (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y