Jakarta

Tinjau Waduk Pluit Penjaringan, Pramono Harap Dapat Cegah Banjir di Kawasan Istana dan Sekitarnya

Yasmina Nuha | 29 Juli 2025, 14:34 WIB
Tinjau Waduk Pluit Penjaringan, Pramono Harap Dapat Cegah Banjir di Kawasan Istana dan Sekitarnya

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, meninjau Waduk Pluit di Penjaringan, Jakarta Utara, pada Selasa (29/7/2025).

Gubernur Pramono mengatakan, peninjauan ini bertujuan untuk melihat mekanisme antisipasi dan pencegahan banjir yang dilakukan di rumah pompa Waduk Pluit.

Menurutnya, operasional yang optimal di Waduk Pluit dapat menjaga berbagai kawasan strategis, seperti area Istana Negara dan sekitarnya, tetap terkendali saat musim hujan.

Baca Juga: Hari Ini Mulai Tandatangan Kontrak, Warga Kampung Bayam Bisa Segera Tempati HPPO JIS Jakarta Utara

"Ini adalah waduk yang paling prioritas. Ada tiga pompa di sini yang melayani daerah VVIP, termasuk Istana Negara. Saya ingin melihat persiapan, tindakan, serta pencegahan dapat berjalan lebih baik. Dengan demikian, air dapat cepat surut," tuturnya.

Politikus PDIP itu berpesan kepada jajaran Dinas SDA DKI Jakarta untuk terus memantau proses mekanisme pencegahan banjir dan merawat berbagai peralatan penunjang agar tetap beroperasi secara optimal.

"Saya berpesan kepada Dinas SDA dan Dinas Lingkungan Hidup (terkait mengangkut sampah yang terjerat oleh pompa), ini tetap harus dirawat. Ini tolong dirawat, dijaga, supaya kalau ada apa-apa, kondisi Jakarta tetap dapat terkendali dengan baik," tandasnya.

Sebagai informasi, kawasan Waduk Pluit dulunya merupakan rawa-rawa yang mulai dikembangkan pada 1960 sebagai kawasan tertutup dan polder melalui Keputusan Peperda No. 387 Tahun 1960.

Proyek ini terus berlanjut, termasuk perluasan ke Jelambar dan Pejagalan pada 1971, hingga kawasan Pluit berkembang menjadi permukiman modern dengan fasilitas rekreasi dan industri pada 1976. Waduk ini resmi selesai dibangun pada 1981.

Baca Juga: Konser Gratis Saykoji dan Lomba Sihir di SMS Tangerang, Cek Lokasi dan Tanggalnya Agar Tak Salah Datang!

Saat ini, luas area tangkapan Waduk Pluit adalah 2.779 hektare, dilengkapi 10 unit pompa dengan kapasitas 15 meter kubik per detik. Terdapat 10 gedung pompa Waduk Pluit yang terbagi menjadi tiga sisi, dengan rincian sebagai berikut:

- Pompa Pluit Sisi Timur: 3 unit pompa
- Pompa Pluit Sisi Tengah: 4 unit pompa
- Pompa Pluit Sisi Barat: 3 unit pompa

Dinas SDA DKI Jakarta telah beberapa kali melakukan pengerukan lumpur di Waduk Pluit.

Pada 2022, hasil pengerukan lumpur mencapai volume 35.758 m³ dan meningkat menjadi 44.800 m³ pada 2023.

Selain itu, dilakukan pula pembersihan eceng gondok di kawasan waduk ini yang mencapai 5.000 m³.

Baca Juga: Pemkab Tangerang Gelar Bimtek Pengesahan PP dan Pendaftaran PKB untuk Perkuat Hubungan Industrial antara Pengusaha dan Pekerja

Turut hadir mendampingi Gubernur Pramono antara lain: Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda DKI Jakarta, Afan Adriansyah; Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum.

Kemudian, ada juga Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto; dan Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Hendra Hidayat; beserta jajaran. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.