Jakarta

Terjadi Penurunan Stok Beras Premium di Sejumlah Retail Modern, Dinas KPKP DKI Ungkap Ini Penyebabnya

Yasmina Nuha | 9 September 2025, 13:07 WIB
Terjadi Penurunan Stok Beras Premium di Sejumlah Retail Modern, Dinas KPKP DKI Ungkap Ini Penyebabnya

AKURAT JAKARTA - Dalam beberapa pekan terakhir, terjadi penurunan stok beras premium di sejumlah retail modern di Jakarta.

Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta pun mengungkapkan penyebab terjadinya kelangkaan beras premiun di retail modern seperti Alfamart, Indomaret, Alfamidi, dan lainnya.  

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, mengatakan bahwa penyebab penurunan tersebut dipicu beberapa faktor, salah satunya masih tingginya harga Gabah Kering Panen (GKP) yang mencapai di atas Rp7.000 per kilogram.

Selain itu, penurunan pasokan juga dipengaruhi oleh kebijakan Bulog yang saat ini masih berupaya memenuhi target stok beras untuk kebutuhan nasional.

Baca Juga: Prediksi Skor Serbia vs Inggris di Kualifikasi Piala Dunia 2026, 10 September 2025: Ujian Berat The Three Lions di Beograd

"Kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya distribusi beras premium ke retail modern, sehingga stok di pasaran menjadi terbatas," ujar Hasudungan dalam keterangannya, dikutip Selasa (9/9/2025).

Lebih lanjut, ia menuturkan, faktor selanjutnya yaitu Food Station Tjipinang Jaya yang merupakan salah satu produsen beras premium belum dapat melakukan produksi karena masih dalam proses penyidikan pihak kepolisian.

"Meski demikian, distribusi untuk pasar tradisional tetap terjaga, sehingga masyarakat masih bisa mendapatkan beras premium dengan baik," katanya.

Untuk mengantisipasi kelangkaan, lanjut Hasudungan, pihaknya menyalurkan beras premium bersubsidi dengan harga Rp30.000 per kantong isi lima kilogram.

Selain itu, distribusi beras medium SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) seharga Rp60.000 per kemasan 5 kilogram juga terus dilakukan bekerjasama dengan Kementerian Pertanian dan Bulog.

Baca Juga: Once Mekel, Butet Kartaredjasa hingga Irma Maulani Bakal Meriahkan Festival Seni Multatuli 2025 di Alun-Alun Timur Rangkasbitung, Cek Tanggalnya!

"Langkah ini diharapkan dapat menjaga keterjangkauan harga sekaligus memastikan ketersediaan pangan pokok bagi masyarakat," tukasnya.

Hasudungan menerangkan, pihaknya juga melakukan pemantauan harga dan pasokan pangan strategis secara rutin, baik langsung di pasar maupun melalui aplikasi Informasi Pangan Jakarta sebagai bagian dari sistem peringatan dini.

Upaya lain dilakukan dengan melibatkan BUMD Pangan untuk menggelar bazar ‘Pangan Keliling’ yang menyediakan beras premium dan komoditas pangan lain di kantor pemerintahan hingga rumah susun.

Ia pun menegaskan, sesuai instruksi Gubernur Jakarta, Dinas KPKP memastikan ketersediaan beras premium dalam program pangan subsidi, sekaligus meningkatkan pengawasan mutu melalui pemeriksaan pre dan post market.

Baca Juga: Bupati dan Wabup Tangerang Panen Raya Bawang Merah Hasil Program Jaksa Garda Desa di Sepatan, Bukti Pertanian Bisa Topang Kesejahteraan Rakyat

"Stok beras di Perum Bulog Divre Jakarta Banten dan PT Food Station Tjipinang Jaya saat ini mencapai 215.336 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan warga DKI Jakarta selama 82 hari ke depan," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.