Jakarta

Bupati dan Wabup Tangerang Panen Raya Bawang Merah Hasil Program Jaksa Garda Desa di Sepatan, Bukti Pertanian Bisa Topang Kesejahteraan Rakyat

Sastra Yudha | 9 September 2025, 09:27 WIB
Bupati dan Wabup Tangerang Panen Raya Bawang Merah Hasil Program Jaksa Garda Desa di Sepatan, Bukti Pertanian Bisa Topang Kesejahteraan Rakyat

AKURAT JAKARTA - Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, bersama Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah mendampingi Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung (Jamintel Kejagung) Reda Manthovani, panen raya bawang merah di Desa Sarakan, Kecamatan Sepatan, pada Senin (8/9/2025).

Bawang merah yang dipanen merupakan hasil dari Program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) yang diinisiasi oleh Kejaksaan Agung RI dan bekerjasama dengan sejumlah instansi swasta.

"Panen ini bukan hanya tanda keberhasilan para petani, tetapi juga simbol semangat masyarakat dalam mengelola potensi pertanian lokal,” ujar Bupati Maesyal.

Baca Juga: Jangan Remehkan! Ini 5 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Menghancurkan Usus

Hasil ini semakin menegaskan peran Kejagung dalam mendukung pembangunan desa, meningkatkan kesadaran hukum, serta mendorong pemanfaatan lahan desa untuk ketahanan pangan.

Karena itu, Bupati yang akrab disapa Rudi Maesyal ini, menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Kejagung ini.

Menurutnya, kehadiran Prof. Reda juga menjadi penyemangat serta memperkuat sinergi antara Kejaksaan, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun desa yang maju dan mandiri.

"Sinergi ini tidak lahir begitu saja, melainkan berangkat dari kerja sama yang lebih luas," terang dia.

Disebutkan bahwa Pemkab Tangerang menandatangani nota kesepahaman dengan PT Paskomnas Indonesia, PT Pupuk Indonesia (Persero), dan Universitas Telkom pada 25 Juni 2025 lalu.

Baca Juga: Cara Bikin Sendiri MSG Alami ala Drakor Bon Appétit Your Majesty di Rumah

Kerja sama ini diarahkan untuk pemberdayaan lahan desa dan penguatan peran Badan Usaha Milik Desa agar mampu menjadi motor ekonomi lokal.

"Panen bawang merah di Desa Sarakan juga menjadi bagian dari inisiatif tersebut. Benih bawang merah varietas Bima Brebes yang ditanam berasal dari bantuan Dinas Pertanian Provinsi Banten," tuturnya.

Penanaman dilakukan secara bertahap, yaitu tahap pertama pada 9 Juli 2025 di lahan seluas 0,7 hektare dan tahap kedua pada 18 Juli 2025 di lahan 0,3 hektare.

Pemilihan bawang merah bukan tanpa alasan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), komoditas ini termasuk penyumbang inflasi pada kelompok harga bergejolak atau volatile food.

Dengan demikian, keberhasilan budidaya bawang merah di tingkat lokal dapat berkontribusi langsung terhadap stabilitas pangan nasional.

Baca Juga: Terima Audiensi Komunitas Ojol Kabupaten Tangerang, Bupati Maesyal: Mereka Sampaikan Aspirasi Terkait Tiga Hal Ini!

Setelah kurang lebih 60 hari dirawat, kini varietas Bima Brebes yang ditanam siap dipanen.

Varietas ini dikenal memiliki produktivitas tinggi, dengan potensi menghasilkan hingga delapan ton umbi kering per hektare.

Dari lahan 0,7 hektare yang dipanen hari itu, diperoleh sekitar 5,6 ton bawang merah kering.

Dengan harga jual di tingkat petani sekitar Rp25.000 per kilogram, hasil panen diperkirakan bernilai Rp 140 juta.

Angka tersebut menjadi kebanggaan sekaligus bukti nyata bahwa pertanian mampu menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat desa.

"Keberhasilan panen tidak hanya dilihat dari besarnya produksi, tetapi juga dari kepastian pasar yang menjamin hasil kerja petani," katanya.

Selain itu, kehadiran off taker yang menyerap hasil panen membuat para petani tidak perlu lagi khawatir soal pemasaran.

Baca Juga: Fraksi Golkar Minta IPO PAM Jaya Tidak Tergesa-gesa, Wagub Rano Sebut Masih Dalam Pertimbangan

Lebih lanjut, Bupati Maesyal mengatakan, para petani bisa langsung merasakan keuntungan sekaligus memiliki modal untuk kembali menanam di musim berikutnya.

Bupati menegaskan bahwa hal ini menjadi bagian penting dalam membangun optimisme di kalangan petani. “Ini artinya jerih payah petani benar-benar dihargai," tegasnya.

"Tidak ada hasil yang sia-sia karena sudah ada pihak yang menampung. Dengan begitu, petani bisa melanjutkan budidaya tanpa terhambat masalah permodalan,” lanjutnya.

Di Kabupaten Tangerang, saat ini sudah ada sekitar 1,5 hektar lahan yang digunakan untuk budidaya bawang merah. Ke depan diharapkan dapat terus diperluas lagi. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.