Jakarta

Demo Ojol Sepi Peserta, Komunitas Jakarta Utara Tolak Penurunan Komisi 10 Persen

Ainun Kusumaningrum | 18 September 2025, 14:42 WIB
Demo Ojol Sepi Peserta, Komunitas Jakarta Utara Tolak Penurunan Komisi 10 Persen

AKURAT JAKARTA -- Aksi unjuk rasa ojek online (ojol) di depan Gedung DPR RI, Rabu (17/9/2025), berlangsung sepi. Jumlah peserta yang hadir hanya puluhan orang, jauh dari klaim panitia yang menyebut akan ada 2.000 peserta.

Fenomena ini menunjukkan adanya perpecahan di kalangan komunitas ojol terkait isu pemotongan komisi.

Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) Ojol Jakarta Utara, Mansyur, memastikan ribuan anggotanya tidak ikut serta dalam aksi tersebut. Menurutnya, komunitasnya lebih memilih untuk tetap fokus bekerja demi keluarga.

Baca Juga: Driver Ojol di Berbagai Daerah Kompak Tolak Ikut Aksi 179, Pilih Tetap Cari Orderan

"Lebih baik tetap fokus on bid untuk keluarga," ujar Mansyur saat diwawancarai, Kamis (18/9/2025).

Mansyur juga menampik adanya afiliasi dengan Garda, organisasi ojol yang menginisiasi demo. Ia menegaskan tidak pernah ada komunikasi atau konsolidasi antara pihaknya dengan Garda.

Meskipun Garda mengklaim DPR telah menyetujui penurunan potongan komisi dari 20 persen menjadi 10 persen, Mansyur justru menolak kebijakan tersebut.

Baca Juga: Hari Ini Ribuan Ojol Demo di Jakarta, Gubernur Pramono Yakin Berlangsung Aman dan Tertib

Dia berpendapat bahwa potongan 20 persen yang berlaku saat ini masih relevan karena sebagian besar kembali kepada driver dalam bentuk manfaat, seperti asuransi kecelakaan, perawatan kendaraan, hingga bantuan lainnya.

"Kalau dipotong 10 persen, justru benefit-benefit itu hilang. Asuransi kecelakaan, kesehatan, ganti oli, ganti ban, semua pasti tidak ada. Jadi, yang dirugikan justru kita sendiri," jelasnya.

Mansyur menambahkan, penurunan komisi juga berpotensi mengurangi promo dan jumlah pesanan, serta mengurangi perlindungan bagi mitra ojol. I

Dia mendesak pemerintah untuk mengadakan forum diskusi terbuka dengan perwakilan ojol yang benar-benar aktif di lapangan agar aspirasi yang diakomodasi lebih valid.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.