Driver Ojol di Berbagai Daerah Kompak Tolak Ikut Aksi 179, Pilih Tetap Cari Orderan

AKURAT JAKARTA – Meskipun sejumlah pengemudi ojek daring (online/ojol) di Jakarta berencana menggelar "Aksi 179" pada Rabu (17/9), para pengemudi di berbagai daerah justru mengambil sikap berbeda.
Mereka kompak menolak berpartisipasi dan lebih memilih tetap bekerja untuk mencari nafkah demi keluarga dan menjaga stabilitas masyarakat.
Di Bekasi Raya, baik di Kota maupun Kabupaten, para pengemudi menegaskan tidak akan terlibat dalam aksi. Sekretaris Jenderal Koalisi Ojek Daring Nasional (KODAN) Bekasi Raya, Handriko, menyatakan sikap ini adalah bentuk tanggung jawab mereka terhadap masyarakat.
Baca Juga: Viral #fromMalaysiatoIndonesia, Warganet Lintas Negara Traktir Ojol Indonesia
"Driver Bekasi tetap on bid, tidak ada yang ikut aksi. Kami lebih memilih menjaga situasi agar tetap stabil," ujarnya.
Handriko menambahkan, keputusan ini diambil setelah melihat dampak negatif dari aksi unjuk rasa sebelumnya.
"Kami ingin ikut menciptakan rasa aman dan kondusif di tengah masyarakat. Itu lebih penting daripada ikut-ikutan turun ke jalan," tegasnya.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Antasari Jakarta Selatan: Mobil Listrik Tabrak Ojol, Pengendara Tewas
Sikap serupa juga datang dari Solo Raya. Asosiasi Gabungan Aksi Driver Roda Dua (Garda) Solo Raya menegaskan tidak akan bergabung dalam aksi nasional.
Juru bicara Garda Solo Raya, Djoko Saryanto, menyebut mereka tidak ingin gerakan pengemudi ojol ditunggangi oleh kepentingan politik.
"Kami cooling down, tidak terprovokasi, tidak terbawa arus. Kami lebih fokus memperjuangkan regulasi yang jelas, bukan demo yang rawan ditunggangi," kata Djoko.
Dia menambahkan bahwa Garda Solo Raya kini fokus mendorong lahirnya UU Transportasi Online dan penetapan tarif yang lebih adil.
Di Banten, Michael, perwakilan komunitas Unit Reaksi Cepat (URC), mengatakan mayoritas pengemudi menolak ikut aksi.
"Kalau menurut saya, mereka yang ikut aksi itu bukan bagian dari ojol. Itu hanya sebagian kecil, oknum saja, dan tidak mewakili driver. Ojol yang asli lebih pilih cari order," ujarnya.
Michael memastikan layanan tidak akan terganggu, sebab order tetap jalan, aplikasi tetap buka, jadi tidak akan ada gangguan berarti di lapangan.
Dia juga mengingatkan agar nama mendiang pengemudi bernama Affan, yang sempat menjadi pemicu isu aksi, tidak dipolitisasi.
"Keluarga sudah secara tegas menyatakan tidak ingin nama almarhum dibawa ke ranah politik jalanan," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 6Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 7Prediksi Skor Real Sociedad vs Lyon di UEL, 6 November 2026: Duel Sengit di Reale Arena
- 8Prediksi Skor AC Milan vs Ferencvaros di UEL, 6 November 2026: Momentum Derby Jadi Modal Rossoneri
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


