Jakarta

Kecelakaan Beruntun Bus Transjakarta Jadi Sorotan, Dirut: Kita Gandeng KNKT Untuk Lakukan Audit dan Evaluasi Operator Layanan

Yasmina Nuha | 23 September 2025, 17:33 WIB
Kecelakaan Beruntun Bus Transjakarta Jadi Sorotan, Dirut: Kita Gandeng KNKT Untuk Lakukan Audit dan Evaluasi Operator Layanan

AKURAT JAKARTA - Kecelakaan reruntun yang dialami bus Transjakarta menjadi sorotan berbagai pihak, termasuk DPRD DKI Jakarta.

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) pun menggandeng Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap operator layanan Transjakarta.

Langkah ini merupakan respon atas arahan Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyusul terjadinya 3 kecelakaan yang terjadi pada September 2025.

Baca Juga: Jangan Ketinggalan, Promo Tiket Kereta Api Rp80 Ribu, Sisa 30.000 Tempat Duduk Cek di Sini

Kecelakaan ini melibatkan dua operator yang bekerja sama dengan Transjakarta, yaitu Damri dan Steady Safe.

Audiensi dilakukan jajaran Direksi dan manajemen Transjakarta, di kantor KNKT Jakarta Pusat, Senin (22/9/2025).

Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, menegaskan komitmen serius perusahaan dalam menangani kasus ini dan melakukan evaluasi menyeluruh.

"Keselamatan adalah prioritas utama kami. Kami menggandeng KNKT karena keahlian dan independensi mereka dalam melakukan investigasi kecelakaan," ujar Welfizon dalam keterangannya, dikutip Selasa (23/9/2025).

Ia mengatakan, kerja sama ini mencakup investigasi mendalam terhadap penyebab dari setiap kecelakaan, baik yang berhubungan dengan faktor manusia (SDM), prosedur operasional, maupun teknis armada.

Baca Juga: Jaga Identitas, Legislator Golkar Dukung Pembentukan Lembaga Adat Betawi

Hasil dari investigasi ini akan menjadi dasar bagi Transjakarta untuk merumuskan perbaikan sistem secara komprehensif.

"Kami menyadari adanya kebutuhan untuk perbaikan di berbagai aspek. Oleh karena itu, kami akan bekerja sama erat dengan KNKT seperti yang sebelumnya pernah kami lakukan, untuk mengidentifikasi area-area yang perlu perbaikan" imbuh Welfizon.

Transjakarta berharap, dengan adanya kerja sama ini, Transjakarta dan Mitra Operator bisa terus menghadirkan layanan transportasi publik yang memberikan rasa aman dan nyaman kepada pelanggan.

Sebelumnya, Transjakarta juga telah menjalankan rekomendasi KNKT, termasuk 15 Safety Actions.

Memastikan lintasan aman, walaupun bukan di dalam koridor merupakan salah satu pekerjaan rumah yang perlu dukungan dari berbagai pihak.

Baca Juga: Pengolah Sampah RDF Rorotan Bakal Kembali Operasi Rabu Besok, Komisi D DPRD DKI Minta Pemprov Pastikan Mitigasi Bau Tak Sedap

Diketahui, kecelakaan yang melibatkan armada bus Transjakarta bulan ini tercatat tiga kali dalam waktu berdekatan.

Pertama, pada Sabtu (6/9) di Jalan Raya Minangkabau, Jakarta Selatan. Pengemudi Transjakarta inisial LK (44) menabrak toko yang diduga karena kurang konsentrasi.

Kemudian, kecelakaan kembali terjadi pada Kamis (18/9) melibatkan dua kendaraan yakni bus TransJakarta koridor 3 dan truk di Jalan Cideng Timur arah Harmoni tepatnya di perempatan RSUD Tarakan, Jakarta Pusat.

Sehari setelahnya, bus TransJakarta rute koridor 11 Pulo Gebang-Kampung Melayu mengalami kecelakaan dan menabrak pengendara mobil, motor, hingga rumah toko di wilayah Cakung, Jakarta Timur. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.