Jakarta

Sejumlah TPU di Jakarta Sudah Penuh, Gubernur Pramono Usulkan Pemakaman Bertingkat hingga Bangun Lokasi Baru

Yasmina Nuha | 22 Oktober 2025, 15:31 WIB
Sejumlah TPU di Jakarta Sudah Penuh, Gubernur Pramono Usulkan Pemakaman Bertingkat hingga Bangun Lokasi Baru

AKURAT JAKARTA - Kapasitas lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di sejumlah wilayah Jakarta, khususnya Jakarta Selatan dan Jakarta Barat sudah mulai penuh.

Terdapat 9 TPU di Jakarta Selatan yang sudah penuh, yaitu TPU Tanjung Barat, Jagakarsa, Kampung Kongsi, Grogol Selatan, Kebagusan, Pisangan, Pejaten Timur, Pejaten Barat, dan Cikoko.

Kemudian, 11 makam di Jakarta Barat yang sudah penuh yakni TPU Tegal Alur, TPU Utan Jati, TPU Joglo, TPU Kamal, TPU Sukabumi Selatan, TPU Grogol Kemanggisan, TPU Duri Kepa, TPU Kober, TPU Semanan, TPU Slipi dan TPU Tanah Merah.

Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Bakal Beri Sanksi SP3 Buat Pedagang Pasar Barito yang Belum Kosongkan Lapak

Menanggapi hal itu, Gubernur Jakarta, Pramono Anung mengatakan bahwa pihaknya tengah mengkaji berbagai opsi untuk mengatasi permasalahan tersebut, termasuk wacana pemakaman bertingkat atau tumpang.

"Dan sekarang ini sedang dikaji, ada usulan misalnya, ini usulan, tapi belum menjadi keputusan, apakah diperbolehkan untuk dilakukan apa, bertingkat (tumpang) dan ini sudah diusulkan," ujar Pramono kepada wartawan, dikutip Rabu (22/10/2025).

"Tetapi sekali lagi memang dengan perkembangan Jakarta yang seperti ini pasti akan masalah," imbuhnya.

Selain pemakaman tumpang, lanjut Pramono, Pemprov DKI juga akan mempertimbangkan kemungkinan membangun TPU baru di wilayah luar Jakarta.

"Dan beberapa mengusulkan untuk membuat pemakaman yang ada di luar Jakarta. Sekarang sedang kami pikirkan, sebentar lagi akan saya putuskan," tuturnya.

Baca Juga: Munas Hidayatullah, Soroti Regenerasi dan Modernisasi Manajemen

Politikus PDIP itu pun mengakui bahwa ketersediaan lahan pemakaman memang menjadi salah satu persoalan mendesak di tengah keterbatasan ruang di Ibu Kota.

"Untuk (tempat) pemakaman umum memang ini sekarang menjadi masalah (di Jakarta)," tukas Pramono. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.