Jakarta

Politikus Golkar Ingatkan Penanganan Tawuran di Jakarta Harus Sentuh Akar Rumput

Ainun Kusumaningrum | 10 Januari 2026, 10:51 WIB
Politikus Golkar Ingatkan Penanganan Tawuran di Jakarta Harus Sentuh Akar Rumput

AKURAT JAKARTA — Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Dadiyono, menegaskan bahwa penanganan tawuran di Ibu Kota memerlukan pendekatan yang lebih mendalam hingga ke akar rumput.

Mengomentari insiden bentrokan yang kembali pecah di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, politikus Partai Golkar ini menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif di tengah masyarakat.

Dadiyono menilai Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebenarnya telah berupaya optimal dalam mencegah tawuran, terutama melalui intervensi di sektor pendidikan.

Baca Juga: Atasi Tawuran Berulang di Manggarai, Legislator Golkar Dadiyono: Butuh Kesadaran Bersama

Salah satu langkah yang dinilai paling efektif adalah kebijakan tegas pencabutan Kartu Jakarta Pintar (KJP) bagi pelajar yang terbukti terlibat konflik fisik.

"Program-program Pemprov DKI, khususnya di sektor pendidikan, terbukti membuahkan hasil. Dahulu pemberitaan mengenai tawuran pelajar hampir setiap hari muncul, namun kini intensitasnya sudah jauh berkurang," kata Dadiyono di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Meski demikian, dia mengaku prihatin atas pecahnya kembali bentrokan antarwarga di underpass Manggarai pada awal tahun ini.

Baca Juga: Emas UBS Meroket di Pegadaian, Simak Rincian Harganya

Menurut Dadiyono, menjaga kondusivitas wilayah bukan hanya tugas aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen warga.

Dadiyono mengajak masyarakat untuk menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap kota Jakarta guna meminimalkan gesekan sosial.

"Kita harus memiliki rasa memiliki terhadap Jakarta. Jika kita menganggap Jakarta sebagai rumah bersama, maka tidak perlu ada lagi konflik atau tawuran yang merugikan semua pihak," katanya.

Dadiyono berharap Pemprov DKI ke depan terus memperkuat sinergi dengan tokoh masyarakat dan pemuda di tingkat RT/RW sebagai garda terdepan dalam mitigasi konflik sosial di wilayah-wilayah rawan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.