Jakarta

Respons Cuaca Buruk, Gubernur Pramono Pertimbangkan Kebijakan WFH Bagi Pegawai dan Siswa

Yasmina Nuha | 21 Januari 2026, 20:33 WIB
Respons Cuaca Buruk, Gubernur Pramono Pertimbangkan Kebijakan WFH Bagi Pegawai dan Siswa

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta Pramono Anung membuka opsi pemberlakuan work from home (WFH) apabila cuaca ekstrem kembali terjadi di Ibu Kota, khususnya jika kondisi tersebut berlangsung pada hari kerja.

Ia menjelaskan, pada peristiwa hujan ekstrem yang terjadi akhir pekan lalu, Pemprov DKI tidak perlu memberlakukan WFH karena bertepatan dengan libur panjang.

Namun ke depan, Pemprov DKI akan lebih adaptif jika curah hujan tinggi terjadi pada hari kerja.

Baca Juga: Dinkes DKI Catat Kasus DBD Jakarta Naik di Awal 2026 Capai 143, Ini Penyebabnya

"Kalau memang akan terulang kembali, dan mudah-mudahan tidak ya, karena kemarin itu kebetulan hari libur panjang. Tetapi kalau kemudian ada indikasi seperti itu dan di hari biasa, saya akan memutuskan untuk dilakukan work from home," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Pramono menegaskan, kebijakan WFH nantinya akan diprioritaskan bagi sektor pendidikan guna menjaga keselamatan peserta didik di tengah kondisi cuaca yang tidak bersahabat.

"Terutama untuk anak-anak didik kita," ujar mantan Sekretaris Kabinet RI itu.

Baca Juga: Transjakarta Perluas Layanan Rute 2B Harapan Indah–Pulo Gadung, Tambah Titik Pemberhentian Strategis

Dalam kesempatan yang sama, Pramono juga memastikan bahwa anggaran penanganan banjir dan cuaca ekstrem tidak mengalami pengurangan.

Menurutnya, kesiapan Jakarta menghadapi cuaca buruk harus didukung pembiayaan yang memadai.

"Tidak ada pengurangan. Karena bagaimanapun Jakarta dalam hal penanganan cuaca buruk harus dipersiapkan secara baik," tegasnya.

Pemprov DKI Jakarta, lanjut Pramono, bahkan menyiapkan anggaran operasi modifikasi cuaca hingga satu bulan penuh, lebih lama dibandingkan pelaksanaan sebelumnya yang hanya berlangsung beberapa hari.

Langkah tersebut diambil mengingat kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Jakarta dan sepanjang Pantai Utara Jawa. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y