Jakarta

Wamenkes Pastikan Indonesia Masih Aman dari Virus Nipah, Masyarakat Diminta Tetap Tenang

Ainun Kusumaningrum | 30 Januari 2026, 13:49 WIB
Wamenkes Pastikan Indonesia Masih Aman dari Virus Nipah, Masyarakat Diminta Tetap Tenang

AKURAT JAKARTA — Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Benyamin Paulus Octavianus, memastikan bahwa hingga saat ini virus Nipah belum terdeteksi masuk ke wilayah Indonesia.

Meski begitu, pemerintah tetap memantau perkembangan virus yang sempat dilaporkan muncul di India tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Benyamin usai melakukan pertemuan dengan Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (29/1/2026).

Baca Juga: Kebakaran Melahap Rumah di Jagakarsa, Satu Lansia Tewas Terjebak Api

"Memang hari ini belum sampai ke Indonesia," tegas Benyamin menanggapi kekhawatiran masyarakat soal potensi penyebaran virus menular tersebut.

Benyamin membeberkan beberapa fakta terkait kondisi virus Nipah saat ini guna memberikan gambaran yang jelas bagi masyarakat:

Kasus Global Terbatas: Sejak ditemukan pertama kali pada 1998, jumlah kasus Nipah secara akumulatif di dunia belum mencapai angka 1.000 kasus.

Baca Juga: Anjungan DKI Jakarta TMII: Destinasi Wisata Budaya Betawi dalam Satu Langkah

Laporan Terbaru: Pada tahun 2026, tercatat hanya dua kasus virus Nipah yang dilaporkan muncul di India.

Lockdown di India: Pemerintah India telah bertindak cepat dengan melakukan lockdown di wilayah terdampak guna memutus rantai penyebaran agar tidak meluas ke negara lain.

Meskipun risiko masuknya virus ini dinilai masih rendah, Benyamin menyebut bahwa Indonesia tetap memiliki prosedur keamanan kesehatan di area bandara dan pelabuhan.

Pemantauan Suhu Tubuh: Alat deteksi suhu tubuh tetap aktif di bandara untuk memantau penumpang yang datang dengan gejala demam tinggi.

Skrining Selektif: Pemerintah belum menerapkan skrining ketat sebagaimana masa pandemi Covid-19, namun kewaspadaan di pintu masuk negara tetap dijaga.

Koordinasi Regional: Indonesia terus memantau langkah Thailand sebagai negara transit yang juga memperketat pemeriksaan terhadap pelaku perjalanan.

"Indonesia otomatis sudah melakukan skrining melalui alat deteksi suhu tubuh. Namun, proses skrining besar-besaran seperti saat Covid-19 belum diperlukan untuk saat ini," tutup Benyamin Paulus Octavianus. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.