Gubernur Pramono Larang Penambahan Izin Kapal Baru di Pelabuhan Muara Angke, Ini Alasannya

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyoroti membludaknya kapal di Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Jakarta Utara yang belakangan ramai diperbincangkan publik.
Ia menegaskan, Pemprov DKI melarang penambahan izin kapal baru dan segera memperluas kapasitas kolam labuh agar aktivitas nelayan kembali berjalan normal.
Pramono menjelaskan, kolam labuh Muara Angke idealnya hanya mampu menampung 400–500 kapal.
Baca Juga: Grounding: Berjalan Tanpa Alas Kaki Untuk Meredakan Stres dan Menjaga Kesehatan Tubuh
Namun akibat cuaca buruk, banyak kapal memilih tidak melaut dan menumpuk di lokasi tersebut. Situasi diperparah dengan jumlah kapal berizin yang telah mencapai lebih dari 2.500 unit, jauh di atas kapasitas.
"Hanya memang sekarang ini kapalnya, dari yang diberikan persetujuan dari pusat melalui KKP, itu ada 2.500 lebih," ujar Pramono kepada wartawan, Jumat (30/1/2026).
Karena itu, ia meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menghentikan penambahan izin kapal baru, mengingat kondisi kolam labuh sudah tidak memungkinkan menampung lebih banyak unit.
Menurutnya, tanpa pembatasan, penumpukan kapal akan terus terjadi dan membahayakan aktivitas nelayan.
"Dalam kesempatan ini saya menyampaikan dan memohon untuk tidak ada penambahan baru kapal," tegasnya.
Sebagai langkah mitigasi, lanjut politikus PDIP itu, Pemprov DKI akan memperluas kolam labuh agar dapat menambah kapasitas tampung sekitar 500–600 kapal.
Jumlah itu disebut sudah merupakan batas maksimal agar operasional pelabuhan tetap aman.
"Mudah-mudahan akan bisa kita bangun dalam waktu dekat ini untuk menambah sampai dengan 500 atau 600 kapal. Itu sudah maksimum," kata Pramono.
Diketahui, viral di media sosial terjadi kepadatan lalu lintas kapal nelayan di Pelabuhan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (27/1/2026).
Baca Juga: Wamenkes Pastikan Indonesia Masih Aman dari Virus Nipah, Masyarakat Diminta Tetap Tenang
Kondisi tersebut menghambat aktivitas pelabuhan dan membuat sejumlah kapal nelayan tidak dapat berangkat melaut.
Berdasarkan video dari akun Instagram @vlogwargajkt, terlihat kapal-kapal nelayan bertumpuk dan tersusun tidak beraturan.
Alur keluar-masuk kapal tertutup oleh penumpukan, sehingga memicu kemacetan dan menyulitkan mobilitas. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








