Jakarta

Bendung Katulampa Siaga 3, Gubernur Pramono Perintahkan Semua Aliran Air di Jakarta Dibuka untuk Tekan Risiko Banjirjir

Yasmina Nuha | 30 Januari 2026, 17:03 WIB
Bendung Katulampa Siaga 3, Gubernur Pramono Perintahkan Semua Aliran Air di Jakarta Dibuka untuk Tekan Risiko Banjirjir

AKURAT JAKARTA – Gubernur Jakarta, Pramono Anung, memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah melakukan langkah antisipatif menyusul status Siaga 3 Bendungan Katulampa yang sudah berlangsung sejak Kamis (29/1/2026).

Pramono mengatakan, Pemprov DKI langsung bersiaga setelah menerima informasi peningkatan debit air dari Bendungan Katulampa yang berpotensi berdampak ke wilayah hilir Sungai Ciliwung di Jakarta.

"Katulampa dari kemarin 15 jam yang lalu sudah Siaga 3, kami di Jakarta mempersiapkan diri untuk itu," kata Pramono di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (30/1/2026).

Baca Juga: Amankan Laga Persita vs Persija, Polisi Terjunkan 1.403 Personel Gabungan

Ia menjelaskan, kenaikan muka air juga terpantau di Pintu Air Manggarai. Untuk mengurangi tekanan air, sejumlah aliran air di Jakarta yang selama ini tidak dibuka terpaksa dialirkan agar air dapat segera mengalir ke laut.

"Beberapa daerah yang selama ini tidak tersentuh harus dibuka aliran airnya supaya airnya bisa turun ke laut. Itu sudah dilakukan sejak dua jam yang lalu," ujarnya.

Menurutnya, upaya pengaliran air tersebut dilakukan di tengah kondisi pasang air laut yang masih tinggi, sehingga memperlambat aliran air dari hulu menuju laut.

Namun, manta Sekretaris Kabinet RI itu optimis bahwa tekanan air akan berkurang seiring surutnya pasang.

"Sekarang ini memang sedang pasang naik. Kalau pasang turun, saya yakin airnya bisa segera terdorong ke laut," katanya.

Baca Juga: Gubernur Pramono Larang Penambahan Izin Kapal Baru di Pelabuhan Muara Angke, Ini Alasannya

Politikus PDIP itu menegaskan, secara umum infrastruktur pengendalian banjir di Sungai Ciliwung sudah berfungsi dengan baik, termasuk pintu-pintu air yang tersedia. Namun, tingginya muka air laut menjadi faktor penghambat utama.

"Fasilitas aliran sungainya sudah sangat baik, pintu-pintunya juga cukup baik. Hanya karena permukaan air laut relatif masih tinggi, sehingga air dari Katulampa yang masuk sejak pagi harus didorong secara bertahap ke laut," tandasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.