Fraksi Golkar Dorong Pemekaran Kelurahan guna Pangkas Birokrasi dan Dekatkan Layanan ke Rakyat

AKURAT JAKARTA – Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Alia Noorayu Laksono, menegaskan bahwa pemekaran kelurahan bukan sekadar pembagian wilayah, tetapi strategi untuk mempercepat pelayanan administrasi publik bagi warga.
Alia menilai, pemekaran wilayah akan membuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat menjadi lebih dekat dan responsif.
Dalam podcast "Kata Wakil Kita" di kanal YouTube DPRD DKI Jakarta, ia menuturkan bahwa pelayanan administrasi merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi secara cepat.
Banyak warga, katanya, selama ini terkendala oleh wilayah kelurahan yang terlalu besar sehingga layanan publik menjadi lambat dan kuota bantuan sosial sering kali tidak mencukupi.
"Pelayanan administrasi publik itu yang paling penting. Warga butuh dibantu dalam waktu yang sekejap," ujar Alia.
Ia menjelaskan bahwa pembagian kelurahan memungkinkan pemerintah menambah jumlah personel, mempercepat pendataan, serta memperluas jangkauan program bantuan.
Alia menegaskan bahwa pemekaran akan memudahkan warga dalam mengakses hak-hak mereka, terutama terkait program bantuan sosial yang selama ini dialokasikan berdasarkan jumlah penduduk per kelurahan.
Dengan wilayah yang lebih kecil, ia optimistis layanan publik bisa tersampaikan lebih efektif.
"Bantuan itu hak, bukan privilege. Dengan pemekaran, hak itu bisa lebih cepat didapatkan warga," tegasnya.
Wakil Ketua Komisi A itu menyebut bahwa jarak antara warga dan perangkat kelurahan kerap menjadi hambatan komunikasi.
Pemekaran, menurutnya, akan memperpendek rantai birokrasi dan membuat perangkat daerah lebih mudah menjangkau persoalan warga sehari-hari.
Selain meningkatkan efektivitas layanan, pemekaran juga dinilai memperjelas batas wilayah kelurahan sehingga meminimalkan tumpang tindih administrasi.
"Warga dan pemerintah akan lebih dekat, batasan wilayah lebih jelas, dan proses pelayanan bisa dipercepat," katanya.
Komisi A DPRD DKI memastikan akan mengawal proses pembahasan hingga implementasi pemekaran kelurahan ini agar benar-benar berorientasi pada kepentingan publik.
"Tujuannya untuk mempermudah warga, bukan menambah beban. Itu komitmen kami," pungkas Alia. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 6Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 7Prediksi Skor Real Sociedad vs Lyon di UEL, 6 November 2026: Duel Sengit di Reale Arena
- 8Prediksi Skor AC Milan vs Ferencvaros di UEL, 6 November 2026: Momentum Derby Jadi Modal Rossoneri
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






