Soroti Pergeseran Jam Macet Selama Ramadhan 2026, Gubernur Pramono Minta Dishub DKI Koordinasi dengan Polda Metro Siapkan Langkah Antisipasi

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan strategi khusus untuk mengantisipasi kemacetan selama Ramadhan 2026 M/1447 H.
Pramono mengungkap adanya perubahan pola pergerakan masyarakat yang menyebabkan jam-jam macet bergeser dari biasanya.
Menurutnya, kepadatan lalu lintas yang dulu terjadi pada pukul 06.00–07.00 WIB kini meluas ke rentang pukul 08.00–09.00 WIB. Pergeseran ini dipengaruhi oleh penyesuaian ritme aktivitas warga selama bulan puasa.
"Kalau dulu jam 6–7 orang sudah mulai padat, sekarang ini jam 8–9 dan seterusnya," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat (20/2/2026).
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, Pemprov DKI memperkuat koordinasi dengan Polda Metro Jaya serta Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Titik pengawasan difokuskan pada jam menjelang berbuka puasa dan pagi hari.
"Kami sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengatur itu. Kemarin saya sudah meminta kepada Dinas Perhubungan untuk mempersiapkan ini, karena ini hal yang rutin dijalani," kata Pramono.
Pengamanan lalu lintas juga akan diperketat di kawasan pusat kuliner takjil, pusat perbelanjaan, dan jalan protokol yang sering mengalami penumpukan kendaraan pada sore hari.
Pramono menambahkan bahwa kebijakan Work From Everywhere (WFE) yang dikeluarkan pemerintah pusat menjelang Lebaran diperkirakan ikut memengaruhi pola mobilitas warga. Kebijakan tersebut akan berlaku mulai 13 hingga 27 atau 28 bulan ini.
Baca Juga: Tingkatkan Kapasitas Kader, Golkar DKI Jakarta Gulirkan Kelas Bahasa Inggris Gratis
Ia menyebutkan bahwa koordinasi dengan Kementerian Perhubungan telah dilakukan untuk menyesuaikan pola arus mudik, termasuk mengatur jadwal keberangkatan agar tidak menimbulkan kemacetan ekstrem di ibu kota.
"Kita menyambut rencana Work From Everywhere mulai dari tanggal 13 sampai dengan tanggal 27 atau 28. Jadi artinya memang range-nya akan panjang," katanya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








