Jakarta

Kasus Campak di Indonesia Meningkat, Gubernur Pramono Minta Posyandu Tingkatkan Vaksinasi

Laode Akbar | 4 Maret 2026, 14:43 WIB
Kasus Campak di Indonesia Meningkat, Gubernur Pramono Minta Posyandu Tingkatkan Vaksinasi
Ilustrasi - Kasus campak di Indonesia sedang meningkat.

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk memperkuat edukasi vaksinasi, terutama di tengah meningkatnya kasus campak di Indonesia yang belakangan ramai diperbincangkan publik.

Fenomena maraknya kelompok anti-vaksin di media sosial disebutnya sebagai tantangan serius yang perlu dihadapi dengan pendekatan sosialisasi yang lebih intensif.

Menurut Pramono, Pemprov DKI baru saja melantik tim Posyandu tingkat provinsi hingga kota/kabupaten yang salah satu tugas utamanya adalah memberikan edukasi terkait pentingnya vaksinasi kepada masyarakat, khususnya para ibu yang rutin memanfaatkan layanan Posyandu.

Baca Juga: ASN DKI Bandel Parkir Kendaraan di IRTI Monas Pada Hari Rabu Bakal Disanksi Tegas, Gubernur Perintahkan Sekda untuk Telusuri

"Mensosialisasikan vaksin itu menjadi tugas utama Posyandu. Apalagi sekarang isu campak mulai marak lagi," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa saat ini Pemprov DKI Jakarta menaruh perhatian besar pada dua isu kesehatan utama, yakni TBC dan stunting.

Meski begitu, munculnya kembali kasus campak tidak akan diabaikan. Pemprov berkomitmen untuk menggalakkan kembali program vaksinasi sebagai langkah pencegahan.

“Untuk campak, vaksinasi akan kami galakkan. Ini penting agar masyarakat, terutama anak-anak, terlindungi,” tegasnya.

Baca Juga: Prediksi Skor Manchester City vs Nottingham Forest di Premier League, 5 Maret 2026: Ujian Berat Tricky Trees di Etihad

Diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyampaikan bahwa berdasarkan data nasional tercatat sebanyak 8.224 kasus suspek campak, dengan 572 kasus terkonfirmasi dan empat kematian.

"Pada tahun 2026 hingga Minggu ke-7, tercatat 8.224 kasus suspek campak, 572 kasus terkonfirmasi, dan 4 kematian (CFR 0,05 persen)," ujar Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit, Andi Saguni dalam keterangannya, Senin (2/3/2026).

Andi menjelaskan bahwa terdapat 13 Kejadian Luar Biasa (KLB) campak terkonfirmasi yang tersebar di 17 kabupaten/kota pada 11 provinsi di Indonesia.

"Pada periode tersebut, terjadi 21 KLB suspek campak dan 13 KLB campak terkonfirmasi laboratorium yang tersebar di 17 kabupaten/kota pada 11 provinsi," ucapnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.