Kasus Campak di Indonesia Meningkat, Gubernur Pramono Minta Posyandu Tingkatkan Vaksinasi

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk memperkuat edukasi vaksinasi, terutama di tengah meningkatnya kasus campak di Indonesia yang belakangan ramai diperbincangkan publik.
Fenomena maraknya kelompok anti-vaksin di media sosial disebutnya sebagai tantangan serius yang perlu dihadapi dengan pendekatan sosialisasi yang lebih intensif.
Menurut Pramono, Pemprov DKI baru saja melantik tim Posyandu tingkat provinsi hingga kota/kabupaten yang salah satu tugas utamanya adalah memberikan edukasi terkait pentingnya vaksinasi kepada masyarakat, khususnya para ibu yang rutin memanfaatkan layanan Posyandu.
"Mensosialisasikan vaksin itu menjadi tugas utama Posyandu. Apalagi sekarang isu campak mulai marak lagi," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa saat ini Pemprov DKI Jakarta menaruh perhatian besar pada dua isu kesehatan utama, yakni TBC dan stunting.
Meski begitu, munculnya kembali kasus campak tidak akan diabaikan. Pemprov berkomitmen untuk menggalakkan kembali program vaksinasi sebagai langkah pencegahan.
“Untuk campak, vaksinasi akan kami galakkan. Ini penting agar masyarakat, terutama anak-anak, terlindungi,” tegasnya.
Diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyampaikan bahwa berdasarkan data nasional tercatat sebanyak 8.224 kasus suspek campak, dengan 572 kasus terkonfirmasi dan empat kematian.
"Pada tahun 2026 hingga Minggu ke-7, tercatat 8.224 kasus suspek campak, 572 kasus terkonfirmasi, dan 4 kematian (CFR 0,05 persen)," ujar Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit, Andi Saguni dalam keterangannya, Senin (2/3/2026).
Andi menjelaskan bahwa terdapat 13 Kejadian Luar Biasa (KLB) campak terkonfirmasi yang tersebar di 17 kabupaten/kota pada 11 provinsi di Indonesia.
"Pada periode tersebut, terjadi 21 KLB suspek campak dan 13 KLB campak terkonfirmasi laboratorium yang tersebar di 17 kabupaten/kota pada 11 provinsi," ucapnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




