Jakarta

Pasca Longsor Tewaskan 7 Orang, Pemprov DKI Targetkan TPST Bantargebang Kembali Beroperasi dalam Sepekan

Laode Akbar | 11 Maret 2026, 11:56 WIB
Pasca Longsor Tewaskan 7 Orang, Pemprov DKI Targetkan TPST Bantargebang Kembali Beroperasi dalam Sepekan
Ilustrasi - Korban longsor sampah di TPST Bantargebang

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bergerak cepat menangani dampak longsor yang terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Melalui penanganan intensif di lapangan, operasional pengelolaan sampah Jakarta ditargetkan dapat kembali normal dalam waktu satu pekan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan saat ini tim di lapangan memfokuskan pekerjaan pada pembersihan material longsoran sekaligus penataan kembali area terdampak di Zona 4A.

Baca Juga: Simak! Daftar Jalur Macet dan Rute Alternatif Mudik Lebaran 2026 Wilayah Jawa Barat, Antisipasi dari Sekarang

"Kami menargetkan pengelolaan sampah di TPST Bantargebang dapat kembali normal dalam sepekan. Saat ini tim di lapangan sedang menangani material longsoran yang berada di aliran sungai di sekitar lokasi kejadian," ujar Asep dalam keterangannya, Rabu (11/3/2026).

Material longsoran yang berada di aliran sungai akan dipindahkan ke area penimbunan, yakni Zona 4 Kecil dan Zona 4 Besar. Penataan ulang juga dilakukan agar kondisi zona tersebut lebih aman dan tertata.

DLH DKI Jakarta menargetkan aliran sungai di sekitar lokasi dapat segera kembali lancar sehingga tidak lagi menimbulkan luapan air ke badan jalan di kawasan tersebut.

Selain menangani longsoran, DLH DKI Jakarta juga akan memperbaiki turap kali di dua titik yang terdampak luapan air.

Baca Juga: Pendaftar Membludak, Kuota Mudik Gratis Pemprov DKI 2026 Ditambah Jadi 30.774 Peserta

Perbaikan ini dilakukan untuk memastikan infrastruktur di sekitar area TPST tetap aman sekaligus mencegah potensi gangguan baru.

Di sisi operasional, pemeliharaan dan perapihan zona timbunan sampah terus dilakukan untuk meminimalkan risiko longsor. Pekerjaan ini difokuskan pada Zona 3 Kepala Burung serta Zona 4 Besar.

Meski proses pemulihan masih berlangsung, pelayanan pembuangan sampah Jakarta tetap berjalan melalui tiga zona aktif, yakni Zona 1, Zona 2, dan Zona 5 dengan kapasitas sekitar 4.000 ton per hari.

Apabila proses perapihan Zona 4 Besar yang sempat longsor telah selesai, zona tersebut akan kembali dioperasikan dengan tambahan kapasitas layanan sekitar 1.500 ton sampah per hari.

Baca Juga: 5 Hal yang Dianggap Gen Z Bisa Membuat Hidup Bahagia, Tapi Ternyata Tidak Selalu Benar

Untuk menjaga stabilitas sistem pengelolaan sampah selama masa pemulihan, sebagian sampah juga dialihkan ke sejumlah fasilitas pengolahan lain, yakni RDF Plant Bantargebang, Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Merah Putih, dan RDF Plant Rorotan.

RDF Plant Bantargebang memiliki kapasitas pengolahan sekitar 800 ton per hari, sedangkan PLTSa Merah Putih berkapasitas sekitar 100 ton per hari.

Asep menjelaskan, pengoperasian RDF Plant Rorotan menjadi bagian dari strategi cepat Pemprov DKI untuk memastikan layanan pengelolaan sampah tetap berjalan optimal meskipun sebagian zona di TPST Bantargebang masih dalam proses penataan.

Melalui skema ini, total sampah yang dapat tertangani hingga akhir pekan ini diperkirakan mencapai sekitar 6.700 hingga 7.150 ton per hari.

Baca Juga: Love and Let Go, Konser Raisa yang Merangkum Fase Perjalanan Hidup

"Hari ini RDF Plant Rorotan mulai dioperasikan dengan kapasitas awal sekitar 300 ton per hari. Kapasitas ini akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 750 ton per hari dalam pekan ini, kemudian ditingkatkan kembali hingga 1.000 ton per hari," jelas Asep.

Ia menegaskan berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta untuk menjaga layanan publik tetap berjalan sekaligus mempercepat pemulihan operasional di TPST Bantargebang.

"Dengan berbagai langkah penanganan yang sedang dilakukan, kami berharap operasional pengelolaan sampah di TPST Bantargebang dapat kembali normal dalam waktu satu pekan ini," tutup Asep.

Sebelumya, Longsor TPST Bantargebang terjadi pada Minggu siang, (08/03/2026). Tumpukan sampah setinggi 50 meter di Zona IV TPST Bantargebang tiba-tiba ambrol.

Baca Juga: 5 Hal yang Dianggap Gen Z Bisa Membuat Hidup Bahagia, Tapi Ternyata Tidak Selalu Benar

Bencana itu terjadi ketika sejumlah truk mengantre untuk membuang muatan ke gunungan sampah itu. Tumpukan sampah juga menimpa warga dan warung di sekitar lokasi.

Akibatnya, berdasarkan data SAR Jakarta, sebanyak 13 orang menjadi korban. Tujuh orang meninggal dunia dan enam lainnya selamat dan luka-luka ringan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.