Soroti Minimnya Fasilitas Persampahan di Jaktim, Legislator Golkar Sardy Wahab: Tak Sebanding dengan Luas Wilayah

AKURAT JAKARTA - Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Sardy Wahab, menyoroti minimnya fasilitas persampahan di Jakarta Timur yang dinilai tidak sebanding dengan luas wilayah serta jumlah penduduknya yang besar.
Hal tersebut disampaikan Sardy dalam rapat Komisi D DPRD DKI Jakarta saat membahas program dinas terkait penanganan infrastruktur dan lingkungan hidup.
Menurutnya, ketimpangan fasilitas terlihat dari jumlah gerobak sampah yang jauh dari kebutuhan riil di lapangan.
Ia mencontohkan, Jakarta Timur yang memiliki sekitar 700 Rukun Warga (RW) hanya didukung sekitar 200 unit gerobak sampah.
"Contoh seperti Jakarta Timur; luas wilayah dan jumlah penduduk cukup besar dibandingkan wilayah lain. Begitu ada permasalahan, seperti kita bicara gerobak sampah, 700 sekian RW hanya disiapkan sekitar 200," kata Sardy.
Ia menilai keterbatasan sarana tersebut berdampak langsung pada pelayanan pengangkutan sampah di lingkungan masyarakat.
Bahkan, ia mengaku hingga kini masih sering menerima keluhan terkait kebutuhan fasilitas persampahan yang belum terpenuhi.
Sardy juga mengungkapkan dirinya pernah menyampaikan langsung kebutuhan tersebut kepada jajaran Dinas Lingkungan Hidup, namun hingga kini belum terealisasi.
"Yang dipermasalahkan kami di lapangan ini, saya sampai detik ini meminta itu ke Dinas Lingkungan Hidup, sampai sekarang belum pernah saya diberikan," ujarnya.
Sardy meminta agar perencanaan anggaran ke depan lebih memprioritaskan kebutuhan di tingkat wilayah, khususnya pada Suku Dinas yang berhadapan langsung dengan persoalan masyarakat.
Menurutnya, ketimpangan anggaran antara dinas tingkat provinsi dan Suku Dinas juga menjadi salah satu penyebab lambatnya penyelesaian masalah di lapangan.
Anggota Komisi D itu berharap pemerintah daerah dapat melakukan evaluasi distribusi fasilitas pelayanan dasar, terutama di sektor persampahan, agar wilayah dengan beban pelayanan besar seperti Jakarta Timur mendapatkan perhatian lebih.
Ia menegaskan, program yang direncanakan pemerintah seharusnya lebih berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat agar penggunaan anggaran daerah benar-benar memberikan dampak langsung.
"Berikan kesempatan kepada Suku Dinas untuk berpikir bagaimana mengelola di wilayahnya masing-masing. Jangan sampai ketimpangan ini terus terjadi," tukas Sardy. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 2Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 3Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 4Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 5Prediksi Skor Mainz 05 vs Bayer Leverkusen di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Duel Sengit di Mewa Arena
- 6Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di La Liga, 10 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Rekor Buruk?
- 7Prediksi Skor Genoa vs Fiorentina di Serie A, 10 Oktober 2026: Mampukah Rossoblu Mengakhiri Tren Buruk di Kandang?
- 8Prediksi Skor Augsburg vs Bayern Munich di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Akankah Tuan Rumah kembali Kejutkan Die Roten?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








