Cegah Perceraian Usia Muda, Legislator Golkar Farah Savira Usul Layanan Konseling Keluarga Hadir di Kelurahan

AKURAT JAKARTA - Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Farah Savira, mengusulkan penguatan layanan konseling dan mediasi keluarga hingga ke tingkat kelurahan sebagai langkah preventif untuk menekan angka perceraian, khususnya pada pasangan dengan usia pernikahan muda.
Usulan tersebut disampaikan dalam rapat Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta saat membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pembangunan Keluarga.
Farah menyoroti tren meningkatnya perceraian pada usia pernikahan di bawah 10 tahun yang dinilai perlu mendapat perhatian serius.
"Kami melihat banyak sekali sekarang kasus perceraian itu dalam usia pernikahan di bawah 10 tahun, usia muda. Sehingga kami melihat adanya konseling preventif menjadi penting," ujar Farah dalam rapat.
Ia mengusulkan agar layanan konseling dan mediasi keluarga dimasukkan dalam Pasal 13 Ranperda, khususnya dalam strategi peningkatan kualitas psikologis dan sosial keluarga.
Layanan ini diharapkan dapat diakses masyarakat secara mudah melalui pusat layanan di tingkat dasar.
"Usulan kami juga bisa memberikan pemberian layanan konseling dan mediasi keluarga secara preventif yang dapat diakses melalui pusat layanan keluarga di tingkat basis, dalam kurung kelurahan atau RPTRA," kata Farah.
Menurutnya, pemerintah daerah dapat memanfaatkan fasilitas yang sudah ada seperti kantor kelurahan maupun Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) sebagai pusat layanan konseling keluarga.
Anggota Komisi E itu menilai pendekatan preventif jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah konflik keluarga terjadi.
Dengan akses layanan yang dekat dan mudah dijangkau, pasangan suami istri diharapkan bisa mendapatkan pendampingan sebelum permasalahan berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
"Karena sebetulnya RPTRA juga sudah banyak sekali memberikan konseling, khususnya kepada korban kekerasan perempuan dan anak. Jadi saya rasa ini juga bisa ditambahkan terkait dengan konseling preventif," tuturnya.
Lebih lanjut, Farah menegaskan bahwa penguatan ketahanan keluarga tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga kesehatan mental dan kualitas hubungan dalam rumah tangga.
Dengan demikian, keberadaan layanan konseling di tingkat lokal menjadi bagian penting dalam membangun keluarga yang harmonis dan tangguh. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






