Jakarta

Gubernur Pramono Akui Kasus Foto AI Kalisari Coreng Wajah Jakarta, Pastikan Perbaikan Sistem PPSU

Laode Akbar | 15 April 2026, 13:48 WIB
Gubernur Pramono Akui Kasus Foto AI Kalisari Coreng Wajah Jakarta, Pastikan Perbaikan Sistem PPSU
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, beserta jajaran usai menghadiri town hall meeting yang dihadiri jajaran PPSU di Teater Taman Ismail Marzuki (TIM), Menteng, Jakarta Pusat

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengaku bahwa kasus respons aduan warga lewat aplikasi Jakarta Kini (JAKI) menggunakan Artificial Intelligence (AI) di Kalisari, Jakarta Timur, telah mencoreng wajah ibu kota.

Kasus tersebut menjadi alarm keras bagi Pemprov DKI untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap kinerja petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).

Hal ini disampaikan Pramono usai kegiatan town hall meeting yang dihadiri jajaran PPSU, lurah, camat, hingga wali kota dan bupati lingkungan Pemprov DKI Jakarta, di Teater Taman Ismail Marzuki (TIM), Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026).

Baca Juga: Jangan Kaget, Jalur 6 hingga 8 Stasiun Bogor Ditutup Selama 90 Hari

Menurutnya, kejadian di Kalisari tidak hanya menjadi persoalan internal, tetapi juga mencoreng citra ibu kota di mata publik.

"Setelah kami dalami berbagai persoalan, termasuk yang di Kalisari, memang itu betul-betul mencoreng wajah Jakarta. Dan kami, saya sebagai Gubernur, tidak mau itu terulang kembali," ujar Pramono.

Ia menegaskan, peristiwa tersebut menjadi momentum untuk melakukan perbaikan sistem dan tata kelola yang lebih transparan dan terbuka di lingkungan PPSU.

Politikus PDIP itu memastikan tidak akan ada toleransi terhadap praktik serupa di masa mendatang. Ia juga menekankan pentingnya kerja nyata di lapangan, bukan sekadar formalitas atau upaya menyenangkan atasan.

"Tidak boleh lagi hanya sekadar memberikan atau menyenangkan pimpinan, tetapi kerja riil di lapangan," tegasnya.

Baca Juga: Tak Ingin Tertinggal di Segmen SUV Kompak, BYD Atto 2 Tampil Gagah! Siap Hancurkan Dominasi Kompetitor dengan Fast Charging

Sebagai tindak lanjut, Pemprov DKI Jakarta mulai melakukan pembenahan dari sisi sistem hingga pengawasan. Pramono menyebut, masukan dan kritik dari masyarakat akan menjadi dasar penting dalam memperbaiki kinerja pemerintah.

"Masukan, pendapat, saran, kritik dari warga Jakarta adalah modal bagi Pemerintah DKI Jakarta untuk melakukan perbaikan diri," katanya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas jajaran sebagai kunci keberhasilan penanganan berbagai persoalan di lapangan. Ia mengibaratkan kerja pemerintah sebagai sebuah orkestra yang harus berjalan selaras.

"Jakarta ini akan menjadi lebih baik kalau orkestrasi itu terkoordinir dengan baik. Saya sebagai Gubernur tidak bisa bekerja sendirian," ucapnya.

Sebelumnya, Pramono mengungkapkan kasus manipulasi tindak lanjut laporan warga melalui aplikasi Jakarta Kini (JAKI) menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) di Kelurahan Kalisari bukanlah kejadian pertama.

Baca Juga: Desain Sporty Bukan yang Utama, BYD Atto 2 Siapkan Akselerasi 7,9 Detik untuk Dapur Pacu, Tinggal Tunggu Waktu Rilis!

Pramono menilai lemahnya pengawasan menjadi penyebab utama kasus tersebut bisa terulang.

"Kasus di Kalisari itu ternyata bukan kasus yang pertama kali. Dan yang melakukan adalah orang yang sama. Artinya kontrol yang tidak baik," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (9/4/2026) lalu. (*)

Gambar: Gubernur Jakarta, Pramono Anung, beserta jajaran usai menghadiri town hall meeting yang dihadiri jajaran PPSU di Teater Taman Ismail Marzuki (TIM), Menteng, Jakarta Pusat

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.