DLH DKI Ungkap Antrean Truk Jadi Masalah Baru di TPST Bantargebang, Dwelling Time Capai 4 Jam

AKURAT JAKARTA - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Dudi Gardesi, mengungkap persoalan baru dalam pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, yakni lamanya waktu tunggu atau dwelling time truk sampah yang kini mencapai hingga empat jam.
Hal itu disampaikannya dalam Forum Group Discussion (FGD) Strategi Kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Sinergi Pemuda dalam Pengelolaan Sampah Kota yang Berkelanjutan di Halaman Kantor DPD Golkar DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat (24/4/2026).
Menurut Dudi, lamanya antrean terjadi sejak proses penimbangan hingga pembuangan sampah di lokasi. Kondisi ini dinilai tidak efisien dan berpotensi menimbulkan berbagai dampak lanjutan.
Baca Juga: Gubernur Jakarta Pastikan Konser BTS Akhir 2026, Lokasi Berpeluang Geser ke GBK
"Sekarang dwelling time-nya sudah empat jam. Jadi dari waktu truk ditimbang sampai dia buang itu sudah empat jam, baru mereka bisa keluar lagi," ujar Dudi.
Ia menjelaskan, selama waktu tunggu tersebut, truk-truk sampah terpaksa berhenti di satu titik dalam waktu lama.
Hal ini tidak hanya menghambat operasional, tetapi juga berdampak pada kondisi para sopir dan pekerja di lapangan.
Dudi menilai, persoalan antrean ini menjadi salah satu prioritas pembenahan dalam jangka pendek, terutama menjelang target perbaikan tata kelola di Bantargebang.
Sebagai langkah awal, DLH DKI Jakarta berencana menata sistem manajemen truk, termasuk pengaturan titik tunggu yang lebih terorganisir.
Pemerintah juga akan menyediakan fasilitas pendukung seperti toilet umum, kantin, dan penerangan di area antrean.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan sekaligus mengurangi risiko kesehatan dan keselamatan bagi para sopir truk yang selama ini harus menunggu dalam kondisi terbatas.
Selain itu, penataan antrean juga ditujukan untuk meningkatkan efisiensi proses pembuangan sampah yang setiap harinya mencapai 7.000 hingga 8.000 ton dari wilayah Jakarta.
"Ini akan saya benahi. Saya akan kumpulkan di satu titik, saya akan bikin fasilitas dasar, supaya lebih tertata," tegas Dudi. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







