Pemprov DKI Gandeng Danantara Bangun 2 PSEL, Kadis LH: Kita Siapkan Lahan dan Pasokan Sampah

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan dua proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) akan dibangun melalui skema investasi oleh Danantara.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Dudi Gardesi, menyebut peran Pemprov lebih difokuskan pada penyediaan lahan dan pasokan sampah.
"Danantara nanti yang bangun. Kita yang berkomitmen untuk menyediakan lahan dan sampah," ujar Dudi kepada wartawan, Selasa (5/5/2026).
Menurutnya, pembiayaan proyek tersebut tidak berasal dari APBD DKI Jakarta, melainkan investasi pihak Danantara. Namun, detail skema investasi masih akan dibahas lebih lanjut setelah proses penandatanganan kerja sama.
"Modelnya kan kayak investasi ya. Mungkin dari Danantara yang lebih pas," katanya.
Terkait lokasi, Dudi menyebut pembangunan PSEL direncanakan di kawasan Tanjung Kamal Muara, Jakarta Utara dan Bantargebang.
Meski begitu, ia mengaku belum dapat merinci luas lahan yang akan digunakan. "Sudah ada, tapi saya belum bisa sampaikan," ucapnya.
Dudi menegaskan, lahan yang digunakan bukan merupakan aset milik Pemprov DKI Jakarta. Meski demikian, Pemprov tetap bertanggung jawab memastikan ketersediaan lahan melalui skema kerja sama.
"Kita nggak punya aset yang available untuk sebesar itu. Tapi intinya kita bisa jamin bahwa tanah itu bisa dipakai untuk pengolahan sampah," jelasnya.
Ia juga menyebut, pembangunan PSEL ditargetkan mulai berjalan pada Juni 2026. Namun, realisasi groundbreaking masih menunggu proses administrasi dan penunjukan pelaksana oleh pihak Danantara.
"Rencananya seperti itu, tapi kan ada proses. Setelah tanda tangan, Danantara melakukan pemilihan, baru groundbreaking," katanya.
Diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Danantara Indonesia menandatangani kesepakatan kerja sama (MoU) terkait percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Jakarta.
Penandatanganan berlangsung di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, pada Senin (4/5), serta disaksikan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dan pejabat terkait lainnya.
Gubernur Pramono Anung menjelaskan, MoU mencakup percepatan pembangunan PSEL di dua lokasi, yakni Tanjung dan Bantargebang.
Menurutnya, kesepakatan ini menjadi langkah penting sekaligus titik awal proses signifikan dalam penanganan kedaruratan sampah di Jakarta.
"Terutama untuk mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang saat ini telah jauh melebihi kapasitas," ujar Pramono. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UNL, 28 September 2026: Duel Penentu Kemenangan Kedua di Yerevan
- 2Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 3Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UNL, 28 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit di Tbilisi?
- 4Prediksi Skor Belgia vs Prancis di UNL, 29 September 2026: Tanpa Mbappe, Les Bleus Diuji di Brussels
- 5Prediksi Skor Turki vs Italia di UNL, 29 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Tertekan
- 6Prediksi Skor Irlandia Utara vs Hungaria di UNL, 29 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Lanjutkan Momentum Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Latvia vs Siprus di UNL, 28 September 2026: Duel Tim yang Sama-Sama Ingin Bangkit
- 8Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UNL, 28 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Ingin Bangkit
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







