Legislator Golkar Farah Savira Dorong Jakarta Miliki DTKS Sendiri yang Sesuai Kondisi Sosial Ekonomi Warga

AKURAT JAKARTA - Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Farah Savira mengusulkan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memiliki sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) versi Jakarta yang disesuaikan dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat ibu kota.
Usulan tersebut disampaikan Farah saat Rapat Komisi E DPRD DKI Jakarta bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta, Senin (25/5/2026).
Menurut Farah, kriteria dan variabel penerima bantuan sosial yang selama ini ditetapkan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil masyarakat Jakarta.
Karena itu, ia meminta Pemprov DKI mulai mempertimbangkan penyusunan sistem pendataan sendiri sebagai basis kebijakan kesejahteraan sosial di masa mendatang.
"Terakhir terkait dengan Dinas Sosial kami juga mohon ini lagi-lagi saya melihat kebutuhan perkembangan DTKS di Jakarta Pak. Saya juga mohon ini bisa dipertimbangkan di 2027 untuk bisa punya sistem DTKS sendiri versi Jakarta Pak," ujar Farah.
Ia menilai kondisi sosial ekonomi warga Jakarta memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan daerah lain di Indonesia.
Perbedaan tersebut, menurutnya, perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan warga yang berhak menerima bantuan sosial.
"Bahwa variabel yang ditentukan oleh pemerintah pusat melalui Kemensos dan lain-lain sangat berbeda dengan realita yang ada di Jakarta," tuturnya.
Anggota Komisi E DPRD DKI itu mengatakan keberadaan DTKS versi Jakarta diharapkan dapat menghasilkan data yang lebih akurat dan relevan dengan kebutuhan warga.
Dengan demikian, program-program bantuan sosial yang dijalankan Pemprov DKI dapat lebih tepat sasaran.
"Jadi harapannya kita di Jakarta bisa perjuangkan punya DTKS versi kita sendiri dan harapannya memang berkaca dan memihak kepada kondisi sosial ekonomi di DKI," ucapnya.
Meski demikian, Farah mengakui bahwa idealnya jumlah warga yang membutuhkan bantuan sosial terus berkurang.
Namun, ia menilai kondisi di lapangan menunjukkan masih banyak masyarakat yang memerlukan dukungan pemerintah sehingga sistem pendataan yang lebih sesuai dengan kondisi Jakarta menjadi penting untuk disiapkan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 2Prediksi Skor Torino vs Udinese di Serie A, 13 Oktober 2026: Mampukah Granata Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Coventry City vs Newcastle United di Premier League, 13 Oktober 2026: Mampukah The Sky Blues Menghentikan Dominasi The Magpies?
- 4Prediksi Skor Atalanta vs Venezia di Serie A, 12 Oktober 2026: Mampukah La Dea Mengakhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Levante vs Sevilla di La Liga, 13 Oktober 2026: Duel Dua Tim Terluka di Ciudad de Valencia
- 6Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 7Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 8Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







