Di Tengah Tekanan Fiskal Daerah, Legislator Golkar Dimaz Raditya Dorong BUMD Lebih Inovatif

AKURAT JAKARTA – Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Dimaz Raditya, mendorong badan usaha milik daerah (BUMD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk lebih inovatif dalam menghadapi tantangan fiskal daerah yang semakin ketat.
Hal tersebut disampaikan Dimaz usai Rapat Komisi C DPRD DKI Jakarta bersama sejumlah BUMD, Selasa (26/5/2026), yang membahas program-program kerja perusahaan daerah untuk tahun 2025.
Menurutnya, secara umum program yang dipaparkan BUMD dalam rapat berjalan baik. Namun, ia menilai diperlukan berbagai terobosan agar perusahaan daerah tidak terus bergantung pada dukungan anggaran pemerintah.
Baca Juga: Legislator Golkar Judistira Siap Urai Persoalan Pengelolaan Sampah Jakarta dari Hulu hingga Hilir
"Rapat hari ini kan memang kita membahas program-program yang akan dijalankan oleh para BUMD di tahun 2025 ya. Porsinya program-programnya baik-baik saja, bagus-bagus tentunya," kata Dimaz.
Ia menjelaskan, kondisi keuangan daerah saat ini menghadapi tantangan akibat menurunnya Dana Bagi Hasil (DBH) pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2026.
Situasi tersebut, menurut dia, turut memengaruhi ruang fiskal pemerintah daerah untuk membiayai berbagai kebutuhan dan program pembangunan.
"Dan angka APBD kita kan sejauh ini, dengan angka DBH yang seluruh daerah itu turun, itu membebani... berdampak juga kepada belanja-belanja lainnya. Belanja pegawai, belanja sosial, apalagi tadi program-programnya Gubernur dan DPRD kan masih banyak," ujarnya.
Karena itu, Dimaz menilai BUMD perlu mulai memikirkan strategi baru untuk meningkatkan kinerja dan pendapatan perusahaan tanpa membebani keuangan daerah.
Salah satu sorotan dalam rapat tersebut ialah besarnya angka subsidi yang diberikan kepada TransJakarta.
Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta itu mengatakan, dirinya telah menantang jajaran perusahaan transportasi itu agar mampu menghadirkan ide-ide kreatif guna menekan kebutuhan subsidi.
"Makanya tadi saya tantang kepada Transjakarta bagaimana caranya membuat program atau ide kreatif lain yang bisa mereduksi angka-angka subsidi tadi," katanya.
Menurut Dimaz, inovasi yang dilakukan BUMD bukan semata-mata untuk meningkatkan keuntungan perusahaan, tetapi juga untuk menjaga keberlanjutan pelayanan kepada masyarakat di tengah keterbatasan anggaran.
Ia menegaskan bahwa efisiensi dan kreativitas perusahaan daerah menjadi faktor penting agar kebutuhan pelayanan publik tetap berjalan tanpa menambah beban APBD secara berlebihan.
Hasil pembahasan dalam rapat tersebut, kata dia, diharapkan dapat menjadi bahan masukan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan pembahasan KUPA-PPAS tahun 2025 mendatang. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






