Segera Dibuka! Pendaftaran Lowongan Kerja Padat Karya untuk 2.834 Posisi di Jakarta, Gubernur Pramono: Syaratnya Hanya KTP DKI

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera membuka pendaftaran program padat karya bagi warga Jakarta yang belum memiliki pekerjaan.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, memastikan syarat utama untuk mengikuti program tersebut hanya kepemilikan KTP DKI Jakarta.
Program itu disiapkan sebagai bantalan sosial bagi masyarakat yang belum memperoleh pekerjaan. Sebanyak 2.834 posisi disiapkan dengan masa kerja sekitar tiga hingga enam bulan.
Baca Juga: Striker Atletico Madrid Ini Jadi Rebutan Arsenal dan Barcelona, Siapa Berpeluang Mendapatkannya?
"Syaratnya hanya satu, KTP Jakarta. Mohon maaf untuk KTP di luar Jakarta tentunya kami tidak memberikan kesempatan," kata Pramono usai peresmian Jakarta Urban Knowledge Hub, Senin (8/6/2026).
Pramono mengatakan program tersebut akan dibuka dalam beberapa minggu ke depan. Anggaran pelaksanaannya juga disebut telah tersedia dan saat ini tinggal menunggu proses pelaksanaan oleh instansi terkait.
"Sesuai dengan apa yang saya sampaikan, kurang lebih 2.834 lowongan untuk padat karya. Dan itu akan kami lakukan dalam minggu-minggu ini," ujarnya.
Ia menjelaskan program tersebut ditujukan untuk membantu warga yang belum beruntung mendapatkan pekerjaan agar tetap memiliki kesempatan memperoleh penghasilan.
Selain syarat KTP DKI, Pemprov juga tidak menetapkan persyaratan pendidikan tertentu bagi peserta. Menurut Pramono, kesempatan dibuka seluas-luasnya untuk warga Jakarta.
Saat ditanya terkait syarat latar belakang pendidikan, mantan Sekretaris Kabinet RI itu menegaskan tidak ada batasan khusus.
"Enggak ada. Karena untuk PJLP (Penyedia Jasa Lainnya Perorangan) Jakarta kan SD boleh," tuturnya.
Peserta yang lolos nantinya akan menerima gaji setara Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta.
Adapun jenis pekerjaan yang diberikan bersifat fleksibel sesuai kebutuhan pemerintah daerah, termasuk membantu pekerjaan lapangan seperti pasukan oranye maupun PJLP.
"Namanya juga proyek bantalan sosial, bisa apa aja. Bisa membantu pasukan-pasukan oranye, PJLP dan sebagainya, intinya supaya orang bekerja," kata Pramono. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UNL, 28 September 2026: Duel Penentu Kemenangan Kedua di Yerevan
- 2Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe di UNL, 29 September 2026: Duel Ketat Minim Gol di Chisinau
- 3Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UNL, 28 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit di Tbilisi?
- 4Prediksi Skor Belgia vs Prancis di UNL, 29 September 2026: Tanpa Mbappe, Les Bleus Diuji di Brussels
- 5Prediksi Skor Turki vs Italia di UNL, 29 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Tertekan
- 6Prediksi Skor Irlandia Utara vs Hungaria di UNL, 29 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Lanjutkan Momentum Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Latvia vs Siprus di UNL, 28 September 2026: Duel Tim yang Sama-Sama Ingin Bangkit
- 8Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UNL, 28 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Ingin Bangkit
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







