Gerakan Pilah Sampah Tak Hanya untuk Sekolah, Gubernur Pramono Akan Perluas hingga Tingkat Keluarga

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyatakan program Gerakan Pemilahan Sampah dari Sumber tidak hanya menyasar sekolah-sekolah, tetapi juga akan diperluas hingga tingkat keluarga.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menangani persoalan sampah.
Pramono mengatakan, pelibatan siswa SMP, SMA, dan masyarakat dalam program pemilahan sampah merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026.
"Yang paling penting adalah mengubah behavior, mengubah karakter, mengubah cara, mengubah sifat orang dalam penanganan sampah," kata Pramono usai peresmian Jakarta Urban Knowledge Hub, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta akan menjalankan program tersebut secara serius dan masif. Bahkan, upaya pemilahan sampah tidak hanya akan dilakukan di lingkungan pendidikan.
"Bahkan kami sekarang sedang mempersiapkan bukan hanya melibatkan anak-anak SMP dan SMA, tetapi ini sudah menjadi kebutuhan keluarga untuk pilah sampah," ujarnya.
Pramono menilai penanganan sampah di Jakarta tidak lagi dapat dilakukan dengan pola yang selama ini berjalan. Karena itu, perubahan kebiasaan masyarakat menjadi salah satu langkah utama yang akan didorong pemerintah.
"Sudah enggak bisa lagi penanganan sampah di Jakarta dengan cara-cara yang seperti sebelumnya," tuturnya.
Politikus PDIP itu menjelaskan pemilahan sampah juga akan mempermudah pengelolaan sampah ke depannya, termasuk sebagai pasokan untuk pembangkit listrik tenaga sampah maupun pengolahan menjadi kompos dan biopori.
"Dengan pilah sampah maka persoalan untuk supply nanti ke pembangkit listrik tenaga sampah semakin mudah. Yang kedua juga bisa digunakan untuk kompos atau biopori," tukas Pramono.
Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melibatkan kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Dasawisma, hingga juru pemantau jentik (Jumantik) dalam mendukung Gerakan Pemilahan Sampah dari Sumber yang mulai dijalankan di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin mengatakan, pelibatan unsur masyarakat tersebut dilakukan untuk memperkuat edukasi dan pendampingan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga dan lingkungan RW.
"Pendampingan dilakukan melalui pelibatan Kader PKK, Dasawisma, dan Jumantik yang memberikan edukasi pemilahan sampah secara langsung kepada warga," kata Dudi kepada wartawan, Kamis (28/5/2026) lalu. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Mutasi Besar-Besaran Polda Metro Jaya: Kasat Reskrim, Kasat Lantas, hingga Belasan Kapolsek Resmi Diganti, Ini Daftarnya!
- 2Truk Molen Rem Blong Tabrak Kerumunan di Bekasi: 6 Tewas, 6 Luka-luka, Ini Daftar Nama Korban
- 3Terbukti Terbitkan Polis Tanpa Izin, AIA Financial Dihukum Bayar Rp 15 Miliar Kepada Nasabah
- 4Disdik DKI Minta Maaf Pencairan KJMU Tahap II 2026 Mundur, Kapan Jadinya? Cek di Sini!
- 5Sudaryono Kembali Diusung Jadi Ketua Umum APPSI, Munas Digelar November 2026
- 6Peresmian Kampung Al-Qur'an di Mauk: Bupati Maesyal Harapkan Generasi Muda Tangerang Berakhlak Mulia Siap Hadapi Tantangan Zaman
- 7Klasemen Rookie Moto3 2026: Veda Ega Raih Posisi Kedua Setelah Sabet Runner-up di Malaysia
- 8Munas X HWK 2026 Mulai Digelar, Bahas Penguatan Peran Politik Perempuan di Era Perkembangan Digital dan AI
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






