DBH Berpotensi Dipangkas Lagi, Legislator Golkar Basri Baco Minta Pemprov DKI Cari Alternatif

AKURAT JAKARTA – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Golkar, Basri Baco, mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk bersiap menghadapi potensi penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat.
Menurutnya, kondisi tersebut bukan hal yang mustahil terjadi setelah sebelumnya alokasi DBH untuk Jakarta telah dipangkas hingga mencapai sekitar Rp15 triliun.
Hal itu disampaikan Basri Baco saat rapat pembahasan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.
Ia menilai pemerintah pusat saat ini tengah membutuhkan anggaran besar untuk membiayai berbagai program sosial yang langsung menyentuh masyarakat.
"Bisa jadi DBH kita turun lagi. Pemerintah pusat lagi gemar-gemarnya urusan sosial yang menyenangkan masyarakat dan perlu dana besar," ujar Baco.
Ia menilai kondisi tersebut harus menjadi alarm bagi Pemprov DKI untuk tidak lagi terlalu bergantung pada transfer dana dari pemerintah pusat.
Sebaliknya, Jakarta harus mulai memperkuat sumber-sumber pendapatan alternatif, salah satunya melalui optimalisasi kinerja BUMD.
Menurut Baco, seluruh BUMD perlu berpikir lebih agresif dalam menghasilkan kontribusi terhadap APBD.
Ia meminta aset-aset yang selama ini belum produktif segera dimanfaatkan agar dapat menghasilkan pendapatan baru bagi daerah.
"Nah sehingga dari awal saya sampaikan bahwa sepertinya BUMD ini harus sudah berpikir bagaimana bisa kontribusi besar dan maksimal terhadap APBD kita. Aset-aset yang tidak produktif cepat-cepat jadi duit," tuturnya.
Baco mencontohkan banyak lahan dan bangunan milik BUMD yang masih menganggur. Aset-aset tersebut, menurut dia, dapat dimonetisasi melalui kerja sama dengan pihak swasta atau skema pembiayaan kreatif lainnya.
"Artinya gandeng pihak ketiga, swasta atau siapa pun. Lahan-lahan kosong, gedung-gedung kosong jadi duit," katanya.
Ia juga menyoroti masih banyaknya lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal di sejumlah BUMD, termasuk kawasan Ancol. Potensi tersebut dinilai bisa menjadi sumber pendapatan baru apabila dikelola secara kreatif dan profesional.
Koordinator Komisi B DPRD DKI Jakarta itu menegaskan, ke depan BUMD harus mampu berdiri lebih mandiri dan tidak hanya mengandalkan dukungan modal dari pemerintah daerah.
Dengan ancaman berkurangnya DBH, kontribusi BUMD terhadap pendapatan daerah menjadi semakin penting untuk menjaga kekuatan fiskal Jakarta.
"Sehingga idealnya semua BUMD tidak mengharapkan lagi, tetapi memaksimalkan potensi aset-aset yang ada. Jadi tanah-tanah yang kosong itu bisa dimonetisasi, jadi duit," tukasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






