Kritik Pengelolaan Sampah Pasar di Jakarta, Legislator Golkar Basri Baco: Jangan Fokus di Hilir Terus!

AKURAT JAKARTA - Wakil Ketua DPRD Jakarta dari Fraksi Golkar, Basri Baco, mengusulkan agar persoalan sampah di pasar-pasar ibu kota dapat diatasi dari hulunya.
Ia menilai Pemprov DKI selama ini terlalu fokus pada pengelolaan sampah di hilir, padahal akar masalah justru berada di hulu—yaitu sampah yang masuk bersama komoditas pangan dari luar daerah.
"Kenapa kita hanya berpikir menangani sampah yang ada? Kenapa kita tidak berpikir bagaimana menghentikan sampah masuk?" tegas Basri dalam rapat bersama Perumda Pasar Jaya, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, sebagian besar sampah organik yang menumpuk di pasar-pasar Jakarta berasal dari bahan pangan yang dikirim dalam kondisi mentah dan belum dibersihkan dari daerah asal, seperti dari Bogor, Bekasi, hingga wilayah Banten.
Ia mencontohkan kangkung yang datang ke pasar dengan akar dan daun-daun yang tidak digunakan.
Dari satu ikat kangkung, menurut Basri, hanya sekitar 20 persen yang dimasak, sementara 80 persennya menjadi sampah yang ditanggung Jakarta.
"Dari sana datang ke kita sudah membawa sampah. Kenapa tidak datang dalam kondisi siap masak? Itu bisa kurangi volume sampah luar biasa," ujarnya.
Baco meminta Pemprov DKI mempertimbangkan regulasi baru yang mewajibkan produk pertanian yang masuk ke Jakarta untuk dikirim dalam bentuk pre-packed atau siap olah. Model ini sudah diterapkan di banyak negara dengan pasar modern.
"Kalau kita berkaca pada negara-negara modern, sayur yang datang ke pasar sudah bersih, sudah dipotong, bahkan sudah siap masak. Waste-nya sangat sedikit," katanya.
Ia menegaskan bahwa kebijakan pengurangan sampah dari hulu bukan hanya akan mengurangi beban Tempat Pengolahan Sampah Terpadu, tetapi juga menekan biaya pengangkutan dan penanganan yang selama ini membebani anggaran daerah.
"Kalau kita tidak ubah cara pikirnya, sampai kiamat kita cuma urus sampah saja," tegas Koordinator Komisi B itu. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








