Jakarta

Atasi Keterbatasan Lahan, Gubernur Pramono Setujui Pembangunan 11 Rusun Baru di Jakarta pada 2027

Laode Akbar | 25 Juni 2026, 14:54 WIB
Atasi Keterbatasan Lahan, Gubernur Pramono Setujui Pembangunan 11 Rusun Baru di Jakarta pada 2027
Ilustrasi - Rusunawa di Jakarta

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyetujui rencana pembangunan 11 rumah susun (rusun) baru pada tahun 2027.

Pembangunan Rusun baru ini sebagai bagian dari upaya menyediakan hunian yang lebih terjangkau bagi masyarakat di tengah keterbatasan lahan di ibu kota.

Menurut Pramono, keputusan pembangunan rusun tersebut telah disepakati dalam pembahasan anggaran untuk tahun depan.

Baca Juga: Pemprov DKI Gelar Pemutihan Pajak BPHTB dan BBNKB hingga Agustus 2026, Gubernur Pramono Imbau Warga Segera Manfaatkan Kesempatan Ini

Kehadiran hunian vertikal dinilai menjadi solusi yang paling realistis untuk menjawab kebutuhan tempat tinggal warga Jakarta.

"Tadi kebetulan kami rapat mengenai anggaran. Dalam rapat anggaran saya sudah menyetujui untuk tahun depan ini kita bangun 11 rusun baru yang besar untuk memberikan kemudahan secara terbuka dan transparan bagi siapa pun untuk memilikinya ataupun menyewanya," ujar Pramono di Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Ia mengakui kepemilikan rumah tapak di Jakarta semakin sulit dijangkau sebagian besar masyarakat akibat tingginya harga lahan.

Karena itu, pembangunan hunian vertikal menjadi salah satu prioritas Pemprov DKI dalam menyediakan akses perumahan yang lebih merata.

"Karena enggak mungkin Jakarta ini orang bisa memiliki lahan kecuali orang yang mampu, yang landed. Maka housing yang vertikal inilah yang menjadi kata kunci untuk itu," tuturnya.

Baca Juga: Selamat, 13 Negara Resmi Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Di sisi lain, Pramono mengungkapkan, berdasarkan laporan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), jumlah pendatang yang datang kembali ke Jakarta menunjukkan peningkatan karena ibu kota masih menjadi pusat aktivitas ekonomi nasional.

Meski demikian, politikus PDIP itu menegaskan Jakarta tetap terbuka bagi siapa saja yang ingin datang, bekerja, dan berusaha.

Namun, ia mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban umum di tengah dinamika pertumbuhan kota.

"Jakarta ini kota terbuka. Siapa saja boleh datang. Siapa saja boleh berusaha di sini. Tetapi kemudian yang paling penting adalah jangan kemudian mengganggu ketertiban umum," tukas Pramono. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.