Jakarta

Pemprov DKI Tuntaskan Tanggul dan Jalan Inspeksi Kali Grogol, Gubernur Pramono: Sisa 600 Meter, Ditarget Rampung Tahun Ini

Laode Akbar | 2 Juli 2026, 14:48 WIB
Pemprov DKI Tuntaskan Tanggul dan Jalan Inspeksi Kali Grogol, Gubernur Pramono: Sisa 600 Meter, Ditarget Rampung Tahun Ini
Gubernur Pramono meninjau pembangunan tanggul dan jalan inspeksi Kali Grogol Segmen Kemanggisan, Jakarta Barat.

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menuntaskan pembangunan tanggul dan jalan inspeksi Kali Grogol Segmen Kemanggisan, Jakarta Barat.

Sisa pekerjaan sepanjang sekitar 600 meter telah dialokasikan dalam APBD DKI Jakarta Tahun 2026 untuk memperkuat pengendalian banjir di kawasan tersebut.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengatakan bahwa pembangunan yang tersisa akan segera diselesaikan hingga mencapai ujung segmen Kali Grogol.

Baca Juga: Flyover Latumenten Ditarget Selesai Desember 2026, Saat Ini Progresnya Capai 55,2 Persen

"Untuk Sungai Grogol segmen Kemanggisan ini, saya minta Sumber Daya Air untuk menyelesaikan sampai ujung yang kurang lebih 600 meter lagi. Anggarannya sudah kita anggarkan di APBD kita. Jadi, pasti akan terselesaikan," ujar Pramono saat meninjau proyek tersebut, Rabu (2/7/2026).

Penataan Kali Grogol Segmen Kemanggisan meliputi pembangunan tanggul sepanjang 1.480 meter di kedua sisi sungai yang dilengkapi dinding penahan banjir (parapet beton), membentang dari Jalan Kemanggisan Utama Raya hingga Jalan Tol Merak–Jakarta.

Selain memperkuat perlindungan terhadap banjir, Pemprov DKI juga membangun jalan inspeksi di sepanjang segmen sungai.

Jalan tersebut akan digunakan sebagai akses petugas untuk memantau kondisi sungai, mengangkut sedimen dan sampah, serta menangani penyumbatan maupun kerusakan infrastruktur. Jalur itu juga dilengkapi trotoar untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir, Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta turut membangun saluran gendong yang sejajar dengan Kali Grogol.

Baca Juga: Uang Saku Cepat Habis? Empat Kebiasaan Ini Bisa Membuatmu Lebih Hemat

Saluran ini berfungsi menampung limpasan air dari kawasan permukiman sehingga tidak langsung membebani tebing sungai.

Normalisasi juga dilakukan dengan mempertahankan luas penampang Kali Grogol dan mengoptimalkan kapasitas tampungnya.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat tebing sungai, memperlancar aliran air, serta mengurangi risiko luapan dan longsor saat curah hujan tinggi.

Pramono mengapresiasi kolaborasi Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, DPRD DKI Jakarta, serta jajaran pemerintah wilayah dalam menata kawasan Kemanggisan yang sebelumnya dikenal rawan banjir, kumuh, dan minim akses.

"Tempat ini dulu tempat kumuh. Bahkan, mohon maaf, banyak orang yang mengatakan ini merupakan salah satu dunia sedikit gelap. Salah satu tempat yang dulu dianggap tidak terselesaikan, dengan kerja sama yang baik, alhamdulillah bisa kita tangani," katanya.

Baca Juga: Ratusan Warga Terjangkit ISPA Imbas Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin, Satpol PP Kabupaten Tangerang Bagikan Masker Gratis

Menurut Pramono, kawasan Kemanggisan pernah mengalami banjir hingga mencapai atap rumah warga sekitar lima tahun lalu. Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga infrastruktur yang telah dibangun agar tetap berfungsi optimal.

Ia juga menginstruksikan Wali Kota Jakarta Barat, Sekretaris Kota, camat, dan lurah setempat untuk memastikan jalan inspeksi tetap steril dari bangunan liar.

"Nanti kalau jalannya sudah selesai, tidak diperbolehkan siapa pun untuk membuat bangunan liar di atas jalan ini. Merawat itu terkadang lebih susah. Jangan sampai kemudian kita sudah buat turap tanggul yang baik, jalan yang baik, tetapi karena tidak dikelola dengan baik, itulah yang selalu menjadi persoalan kita bersama," tegas Pramono. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.