Legislator Golkar Farah Savira Minta Anggaran Tak Terserap Dialihkan untuk Perbaikan Layanan Sosial Warga

AKURAT JAKARTA – Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Farah Savira, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengoptimalkan penggunaan anggaran yang tidak terserap dengan mengalihkannya ke program-program yang lebih mendesak dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Usulan tersebut disampaikan Farah saat rapat pembahasan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026 Komisi E DPRD DKI Jakarta bersama sejumlah mitra kerja, termasuk Dinas Sosial, Selasa (7/7/2026).
Menurut Farah, anggaran dengan realisasi rendah, khususnya yang capaian penyerapannya di bawah 90 persen, seharusnya tidak dibiarkan mengendap, melainkan dialihkan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan sosial yang masih memerlukan perhatian.
"Seperti urutan sebelumnya, di sesi pertama kami juga sampaikan bahwa kami berharap anggaran yang tidak terserap atau tidak produktif ini yang utamanya capaian di bawah 90 persen atau realisasinya di bawah 90 persen itu bisa dialokasikan untuk urusan-urusan lain yang lebih urgent," kata Farah.
Ia mencontohkan realisasi belanja pegawai di Dinas Sosial pada 2025 yang menurutnya hanya mencapai sekitar 81 persen dari alokasi dalam Perubahan Kedua APBD (P2APBD).
"Artinya kan berarti masih ada besar sekali persentasenya yang bisa dialokasikan untuk kebutuhan-kebutuhan di Dinas Sosial lainnya," ujarnya.
Farah menilai sisa anggaran tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki fasilitas pelayanan sosial, seperti panti-panti sosial maupun sarana dan prasarana pendukung lainnya.
"Contoh misalnya untuk perbaikan-perbaikan panti, ataupun perbaikan-perbaikan sarana prasarana lainnya," ucapnya.
Selain itu, Anggota Komisi E DPRD DKI itu juga mengusulkan penambahan jumlah pendamping sosial agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
Menurutnya, saat ini setiap kelurahan telah memiliki dua hingga tiga pendamping sosial, namun beban kerja mereka terus meningkat seiring banyaknya masyarakat yang membutuhkan pelayanan dan proses pendataan.
"Pendamping sosial juga sebetulnya sudah cukup baik di tiap kelurahan saya lihat ada dua atau tiga tergantung besarannya. Tapi balik lagi kebutuhan masyarakat juga banyak dan mereka memproses data hari ini juga cukup banyak," tutur Farah. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 2Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 3Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 4Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 5Prediksi Skor Mainz 05 vs Bayer Leverkusen di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Duel Sengit di Mewa Arena
- 6Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di La Liga, 10 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Rekor Buruk?
- 7Prediksi Skor Genoa vs Fiorentina di Serie A, 10 Oktober 2026: Mampukah Rossoblu Mengakhiri Tren Buruk di Kandang?
- 8Prediksi Skor Augsburg vs Bayern Munich di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Akankah Tuan Rumah kembali Kejutkan Die Roten?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






