Antisipasi Dampak Kemarau Panjang, Pemprov DKI Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

AKURAT JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka peluang melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mendatangkan hujan di ibu kota di tengah musim kemarau yang telah berlangsung selama dua hingga tiga pekan terakhir.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengatakan bahwa langkah tersebut disiapkan sebagai antisipasi dampak kemarau panjang yang berpotensi memperburuk kualitas udara di Jakarta.
Pemprov DKI telah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait kemungkinan pelaksanaan OMC.
Baca Juga: Healthcare on The Move Hadir di GIIAS 2026, Pengunjung Bisa MCU Praktis Pakai AI
"Pemerintah DKI Jakarta sudah berkoordinasi dengan BMKG mengenai Jakarta. Pemerintah DKI Jakarta sendiri mempunyai Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan saya sudah sampaikan ke internal Balai Kota bahwa kalau memang harus diperlukan modifikasi cuaca, saya izinkan," kata Pramono di TPS 3R Mentas, Menteng Atas, Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2026).
Menurut Pramono, selama hampir tiga pekan terakhir Jakarta tidak diguyur hujan. Kondisi tersebut juga diikuti kekeringan di sejumlah wilayah sehingga perlu diantisipasi sejak dini.
"Karena memang sekarang ini hampir 2–3 minggu tidak pernah ada hujan sama sekali, apalagi di atas juga beberapa tempat terjadi kekeringan," ujarnya.
Baca Juga: Wanita Ditemukan Bersimbah Darah di Kos Grogol, Suami Mendadak Menghilang
Mantan Sekretaris Kabinet RI itu menjelaskan, konsep OMC kali ini berbeda dengan yang selama ini dilakukan Pemprov DKI.
Jika sebelumnya modifikasi cuaca bertujuan mengurangi intensitas hujan dengan mengarahkan awan hujan ke laut untuk mencegah banjir, kini operasi justru disiapkan untuk memicu turunnya hujan di Jakarta.
"Sehingga dengan demikian, nanti akan segera kita putuskan untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah melakukan rekayasa cuaca di Jakarta. Karena selama ini yang kita lakukan adalah untuk mendorong hujan ke laut, kali ini untuk membuat hujan di Jakarta," tutur Pramono.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memaparkan kondisi iklim terkini bahwa fenomena El Nino 2026 telah aktif dan diprediksi berpotensi mencapai level sangat kuat.
Baca Juga: Tunggu Proyek Waste to Energy, Politisi Golkar Minta Pemprov DKI Maximalkan TPS 3R
Kondisi tersebut diprediksi memicu musim kemarau yang lebih kering dan berdurasi lebih panjang di sebagian besar wilayah Indonesia, sehingga meningkatkan risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta berbagai dampak pada sektor strategis. Untuk itu, diperlukan penguatan langkah mitigasi dan kesiapsiagaan secara nasional. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AS Monaco vs RC Lens di Ligue 1, 19 September 2026: Mampukah Les Monegasques Pertahankan Tren Positif?
- 2Prediksi Skor Espanyol vs Elche di La Liga, 19 September 2026: Misi Los Pericos Bangkit di Kandang
- 3Prediksi Skor Monza vs Sassuolo di Serie A, 19 September 2026: Mampukah Biancorossi Hentikan Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Premier League, 19 September 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 5Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Premier League, 19 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Papan Tengah di Hill Dickinson
- 6Prediksi Skor Bayern Munich vs Union Berlin di Bundesliga, 19 September 2026: Mampukah Die Eisernen Tahan Gempuran Tuan Rumah?
- 7Prediksi Skor Osasuna vs Rayo Vallecano di La Liga, 19 September 2026: Duel Dua Tim dengan Tujuh Poin di El Sadar
- 8Prediksi Skor Udinese vs Cagliari di Serie A, 19 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Hentikan Tren Positif Tim Tamu?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





