Empat BUMD Belum Cetak Keuntungan, Legislator Golkar Dimaz Minta Program dan Sumber Dana Dipaparkan

AKURAT JAKARTA - Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Dimaz Raditya, meminta empat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang belum mampu menghasilkan keuntungan untuk menunjukkan program kerja sekaligus sumber pendanaannya secara jelas.
Dimaz mengatakan, pemaparan tersebut penting untuk melihat kesehatan dan kemampuan masing-masing perusahaan dalam memperbaiki kinerja ke depan.
"Nah, ini yang sedang saya minta teman-teman BUMD itu untuk memaparkan program perusahaannya beserta juga sumber pendanaannya. Sehingga dalam hal itu kita bisa melihat kan kesehatan perusahaannya," kata Dimaz usai Rapat Komisi C DPRD DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.
Menurut Dimaz, BUMD tidak bisa terus bergantung pada dukungan anggaran pemerintah daerah.
Jika terdapat program yang belum memiliki sumber pendanaan, perusahaan daerah harus mampu mencari skema pembiayaan secara mandiri.
Ia menyebut langkah tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Jakarta, Pramono Anung, yang mendorong penggunaan creative financing dalam pembiayaan program.
"Nah kalau pun memang ada program-program yang belum ada apa namanya, belum ada sumber pendanaannya, tentunya BUMD juga harus mandiri," ujar Dimaz.
"Seperti yang disampaikan oleh Pak Gubernur kan, kita sekarang lebih fokus kepada creative financing. Sehingga hal-hal ini menjadi dasar BUMD untuk bisa bikin program yang bisa memperkuat perusahaannya sendiri," sambungnya.
Ketua Komisi C itu menilai, perbaikan kinerja BUMD harus dimulai dari kemampuan perusahaan menyusun program yang realistis sekaligus memiliki skema pendanaan yang jelas.
Dengan begitu, program yang dirancang tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga dapat memperkuat kondisi keuangan perusahaan.
Salah satu BUMD yang disorot Dimaz adalah Perumda Pasar Jaya. Menurutnya, perusahaan tersebut memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan karena ditopang banyak aset.
"Kalau Pasar Jaya kita lihat kan dari asetnya banyak. Sebenarnya di maksimalisasi aset itu sebenarnya Pasar Jaya bisa, sangat-sangat bisa," kata Dimaz.
Ia menilai Pasar Jaya perlu lebih cermat mengidentifikasi aset yang dapat dimonetisasi sehingga mampu memberikan tambahan pendapatan dan pada akhirnya meningkatkan laba perusahaan.
"Tinggal pinter-pinternya dia untuk membuat kajian terkait aset-aset mana saja yang bisa di-monetize dengan baik sehingga bisa menghasilkan laba," tukasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 2Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 3Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 4Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 5Prediksi Skor Mainz 05 vs Bayer Leverkusen di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Duel Sengit di Mewa Arena
- 6Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di La Liga, 10 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Rekor Buruk?
- 7Prediksi Skor Genoa vs Fiorentina di Serie A, 10 Oktober 2026: Mampukah Rossoblu Mengakhiri Tren Buruk di Kandang?
- 8Prediksi Skor Augsburg vs Bayern Munich di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Akankah Tuan Rumah kembali Kejutkan Die Roten?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





