TPS 3R Lama Belum Maksimal, Legislator Golkar Sardy Wahab Minta Penambahan Fasilitas Baru Ditunda

AKURAT JAKARTA – Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Sardy Wahab, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menunda penambahan fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R).
Sebab, menurut Sardy, sejumlah TPS 3R yang telah tersedia saat ini belum beroperasi secara maksimal.
Ia menilai, pemerintah seharusnya terlebih dahulu mengoptimalkan fasilitas yang sudah ada sebelum menambah TPS 3R baru.
Baca Juga: Legislator Golkar Sardy Wahab Soroti Laporan TPS 3R: Klaim Puluhan Ton, di Lapangan Cuma 3 Ton
"Sekarang Bapak mau menyampaikan memperbaiki TPS 3R, mau nambah TPS 3R lagi. TPS 3R yang lama saja yang sudah berjalan saja belum maksimal," kata Sardy dalam Rapat Komisi D DPRD DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.
Sardy mengungkapkan, dirinya mendapatkan informasi mengenai kapasitas pengolahan sampah TPS 3R yang disebut mampu mencapai puluhan ton per hari.
Namun, berdasarkan pengecekan yang dilakukannya di lapangan, realisasi pengolahan sampah di sejumlah TPS 3R justru jauh di bawah angka tersebut.
"Posisi daripada kami turun ke lapangan selalu mengatakan sekian puluh ton per hari. Saya menitip orang juga di TPS 3R itu untuk mengecek, enggak ada 3 ton, 4 ton pun tak sampai," ujarnya.
Kondisi tersebut menjadi alasan Sardy meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta tidak terburu-buru menambah fasilitas baru. Menurutnya, peningkatan kinerja TPS 3R yang sudah tersedia harus menjadi prioritas.
"Enggak perlu dulu penambahan, dalam arti kata ya dimaksimumkan dululah, dimaksimalkan dulu penggunaan TPS yang ada," tegasnya.
Sardy juga meminta DLH menyampaikan laporan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan. Ia mengingatkan agar capaian pengolahan sampah tidak dilaporkan lebih tinggi dari realisasi sebenarnya.
"Saya minta Pak Kadis, laporan yang sebenarnya disampaikan. Jangan ditutup-tutupi. Kalau ditutup-tutupi itu keadaannya tambah buruk," katanya.
Menurut Anggota Komisi D itu, optimalisasi TPS 3R yang telah tersedia juga penting agar anggaran pengelolaan sampah dapat digunakan secara efektif.
Penambahan fasilitas, kata dia, seharusnya dilakukan setelah fasilitas yang ada benar-benar mampu menjalankan fungsinya secara maksimal.
"Jangan sampai laporan itu ‘Asal Bapak Senang’. Ini yang terjadi di republik ini, Pak," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Raker HAPPI Jatim 2026, Prof Zainul Hidayah Terpilih Jadi Ketua
- 2Legislator Golkar Andri Santosa Ingatkan Peningkatan Modal BUMD Harus Berdampak Nyata bagi Publik
- 3Legislator Golkar Dadiyono Ungkap Warga Mulai Apatis terhadap PTSL, Pilih Urus Sertifikat Sendiri
- 4Hadiri Festival Indonesia 2026 di Korea Selatan, Wagub Rano Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta - Seoul
- 5Meski Sudah Diresmikan, 3 Stasiun LRT Jakarta Fase 1B Belum Bisa Beroperasi, Ini Penjelasan Dishub DKI
- 6Keren! Dari Keluarga Prasejahtera ke Kancah Dunia: 7 Mahasiswa Berprestasi Dilepas Bupati Tangerang Kuliah Gratis ke Tiongkok
- 7RDF Rorotan Belum Maksimal, Legislator Golkar Dimaz Raditya Soroti Efektivitas Anggaran Rp170 Miliar
- 8Putusan MK Terkait Ijazah Gibran, Direktur IPO Sebut DPR Punya Celah Makzulkan Wapres
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






