Jakarta

TPS 3R Lama Belum Maksimal, Legislator Golkar Sardy Wahab Minta Penambahan Fasilitas Baru Ditunda

Laode Akbar | 22 Agustus 2026, 20:40 WIB
TPS 3R Lama Belum Maksimal, Legislator Golkar Sardy Wahab Minta Penambahan Fasilitas Baru Ditunda
Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Sardy Wahab

AKURAT JAKARTA – Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Sardy Wahab, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menunda penambahan fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R).

Sebab, menurut Sardy, sejumlah TPS 3R yang telah tersedia saat ini belum beroperasi secara maksimal.

Ia menilai, pemerintah seharusnya terlebih dahulu mengoptimalkan fasilitas yang sudah ada sebelum menambah TPS 3R baru.

Baca Juga: Legislator Golkar Sardy Wahab Soroti Laporan TPS 3R: Klaim Puluhan Ton, di Lapangan Cuma 3 Ton

"Sekarang Bapak mau menyampaikan memperbaiki TPS 3R, mau nambah TPS 3R lagi. TPS 3R yang lama saja yang sudah berjalan saja belum maksimal," kata Sardy dalam Rapat Komisi D DPRD DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.

Sardy mengungkapkan, dirinya mendapatkan informasi mengenai kapasitas pengolahan sampah TPS 3R yang disebut mampu mencapai puluhan ton per hari.

Namun, berdasarkan pengecekan yang dilakukannya di lapangan, realisasi pengolahan sampah di sejumlah TPS 3R justru jauh di bawah angka tersebut.

"Posisi daripada kami turun ke lapangan selalu mengatakan sekian puluh ton per hari. Saya menitip orang juga di TPS 3R itu untuk mengecek, enggak ada 3 ton, 4 ton pun tak sampai," ujarnya.

Kondisi tersebut menjadi alasan Sardy meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta tidak terburu-buru menambah fasilitas baru. Menurutnya, peningkatan kinerja TPS 3R yang sudah tersedia harus menjadi prioritas.

"Enggak perlu dulu penambahan, dalam arti kata ya dimaksimumkan dululah, dimaksimalkan dulu penggunaan TPS yang ada," tegasnya.

Sardy juga meminta DLH menyampaikan laporan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan. Ia mengingatkan agar capaian pengolahan sampah tidak dilaporkan lebih tinggi dari realisasi sebenarnya.

"Saya minta Pak Kadis, laporan yang sebenarnya disampaikan. Jangan ditutup-tutupi. Kalau ditutup-tutupi itu keadaannya tambah buruk," katanya.

Menurut Anggota Komisi D itu, optimalisasi TPS 3R yang telah tersedia juga penting agar anggaran pengelolaan sampah dapat digunakan secara efektif.

Penambahan fasilitas, kata dia, seharusnya dilakukan setelah fasilitas yang ada benar-benar mampu menjalankan fungsinya secara maksimal.

"Jangan sampai laporan itu ‘Asal Bapak Senang’. Ini yang terjadi di republik ini, Pak," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y